Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 13:03 WIB

Batu Ash-Shakhrah: Titik Awal Nabi Muhammad SAW Naik ke Langit

Author

Tampilan Batu Ash-Shakhrah (Assajidin)

INDOZONE.ID - Batu Ash-Shakhrah merupakan batu yang berada di kompleks Masjid Al-Aqsa. Di kawasan suci Masjid Al-Aqsa, terdapat sebuah bangunan berkubah emas yang sangat ikonik dan sering menjadi simbol Yerusalem.

Banyak yang mengira bangunan tersebut adalah Masjid Al-Aqsa. Padahal, bangunan itu bernama Kubah Shakhrah, yang di dalamnya terdapat batu Ash-Shakhrah atau Foundation Stone.

Batu inilah yang menjadi pusat perhatian dan memiliki makna penting dalam berbagai tradisi keagamaan, khususnya Islam dan Yahudi.

Baca juga: Eksperimen Gila! Peneliti Konfirmasi Bangsa Romawi Kuno Gunakan Kotoran Manusia sebagai Obat

Lalu, apa sebenarnya batu Ash-Shakhrah, bagaimana sejarahnya, dan mengapa situs ini begitu sensitif dalam pandangan agama-agama samawi?

Apa Itu Batu Ash-Shakhrah?

Batu Ash-Shakhrah adalah batu besar alami yang berada di dalam Kubah Shakhrah, tepat di tengah kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Secara harfiah, “Ash-Shakhrah” berarti “batu”.

Dalam tradisi Islam, batu ini diyakini sebagai tempat pijakan Nabi Muhammad SAW ketika melakukan peristiwa Isra dan Mi’raj, perjalanan malam dari Makkah ke Baitul Maqdis, lalu naik ke langit untuk menerima perintah salat.

Baca juga: Bukan Sekadar 'Kosongin Pikiran': Studi ke Biksu Ungkap Meditasi Justru Bikin Otak Aktif Banget

Berdasarkan peristiwa itulah, batu Ash-Shakhrah memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Muslim.

Selain itu, Baitul Maqdis, wilayah tempat batu ini berada pernah menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum arah salat dipindahkan ke Ka’bah di Makkah.

Sejarah Kubah Shakhrah

Kubah Shakhrah dibangun pada tahun 691 Masehi atas perintah Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Umayyah. Bangunan ini termasuk salah satu karya arsitektur Islam tertua yang masih berdiri hingga sekarang.

Awalnya, struktur di atas batu ini lebih sederhana. Seiring waktu, bangunan diperindah dengan dinding, mozaik, kaligrafi, dan kubah berlapis emas yang kini menjadi ciri khasnya.

Baca juga: Mengenal Hewan Mikroskopis: Makhluk Super Kecil yang Diam-diam Hidup di Sekitar Kita

Meski sempat mengalami kerusakan akibat gempa pada abad-abad awal, bangunan ini terus dipugar dan dipelihara hingga tetap kokoh sampai hari ini.

Secara arsitektur, Kubah Shakhrah berbentuk segi delapan dengan kubah besar di bagian tengah. Desain ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna simbolik dalam tradisi seni Islam.

Perbedaan Kubah Shakhrah dan Masjid Al-Aqsa

Perlu dipahami bahwa Masjid Al-Aqsa bukan hanya satu bangunan, melainkan seluruh kompleks suci yang mencakup beberapa struktur penting.

Di dalamnya terdapat:

  • Masjid Al-Qibli, yaitu masjid berkubah abu-abu yang digunakan untuk salat berjamaah.
  • Kubah Shakhrah, bangunan berkubah emas yang melindungi batu Ash-Shakhrah.

Baca juga: Meta Kembangkan AI yang Memungkinkan 'Menghidupkan Kembali' Orang yang Sudah Meninggal

Karena kubah emasnya sangat mencolok dan sering muncul dalam foto atau media, banyak yang keliru mengira itulah Masjid Al-Aqsa secara keseluruhan. Padahal, Kubah Shakhrah hanyalah salah satu bagian dari kompleks tersebut.

Makna Batu Ash-Shakhrah dalam Tradisi Islam

Dalam Islam, batu Ash-Shakhrah memiliki beberapa makna penting, yaitu:

  • Tempat peristiwa Isra dan Mi’raj
    Batu ini diyakini sebagai titik awal Nabi Muhammad SAW naik ke langit.

  • Kiblat pertama umat Islam
    Sebelum berpindah ke Ka’bah, umat Islam menghadap ke arah Baitul Maqdis saat melaksanakan salat.

  • Makna spiritual yang mendalam
    Dalam beberapa riwayat, batu ini diyakini memiliki kedudukan istimewa dan dikaitkan dengan kisah-kisah spiritual yang memperkuat nilai kesuciannya.

Karena itu, batu Ash-Shakhrah tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga nilai akidah dan spiritualitas bagi umat Muslim.

Baca juga: Cold Case Tertua di Dunia: Detektif Modern Berhasil Bongkar Kasus Pembunuhan Berusia 430.000 Tahun

Pandangan Agama Lain terhadap Situs Ini

Selain dalam Islam, batu Ash-Shakhrah juga memiliki makna penting dalam tradisi Yahudi.

Dalam keyakinan Yahudi, batu tersebut diyakini sebagai lokasi berdirinya Bait Suci pertama yang dibangun oleh Nabi Sulaiman, serta menjadi pusat ibadah bangsa Israel pada masa lampau.

Situs ini dikenal sebagai Temple Mount dalam tradisi Yahudi dan menjadi salah satu tempat paling suci dalam agama tersebut.

Baca juga: 7 Fakta Unik Tanaman Venus Flytrap, Si Karnivora Pemakan Serangga!

Perbedaan pandangan inilah yang membuat kawasan ini sangat sensitif secara religius dan historis. Bagi umat Islam, ia adalah bagian dari Masjid Al-Aqsa dan tempat suci ketiga setelah Makkah dan Madinah.

Sementara bagi umat Yahudi, lokasi tersebut adalah pusat sejarah dan spiritualitas mereka.

Nilai Sejarah dan Simbol Peradaban

Kubah Shakhrah dan batu Ash-Shakhrah bukan hanya situs keagamaan, melainkan simbol kejayaan peradaban awal Islam. 

Keindahan mozaik, kaligrafi Al-Qur’an, dan arsitektur megahnya mencerminkan perkembangan seni dan teknologi konstruksi pada masa Dinasti Umayyah.

Bangunan ini menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Yerusalem yang penuh dinamika, pergantian kekuasaan, serta pertemuan berbagai peradaban.

Batu Ash-Shakhrah menjadi salah satu situs paling bersejarah dan sakral di dunia. Bagi umat Islam, ia terkait erat dengan peristiwa Isra dan Mi’raj serta sejarah kiblat pertama.

Baca juga: 8 Parasit Paling Gila di Dunia: Bisa Ubah Otak, Bikin 'Zombie', sampai Gantikan Lidah Ikan

Sementara dalam tradisi Yahudi, diyakini sebagai pusat berdirinya Bait Suci.

Memahami sejarah dan maknanya secara utuh membantu kita melihat bahwa situs ini bukan sekadar batu biasa, melainkan titik pertemuan sejarah, iman, dan peradaban yang sangat kompleks dan penuh makna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bpkh.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU