Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 12:00 WIB

Asal Air di Bumi Bukan dari Asteroid? Studi Meteorit Ungkap Fakta Baru

Author

Ilustrasi Laut (Pinterest.com)

INDOZONE.ID - Selama beberapa dekade, konsensus ilmiah menyatakan bahwa air di planet kita merupakan hasil dari hantaman asteroid atau meteorit yang membawa kandungan air dan elemen pembentuknya. Namun, sebuah terobosan terbaru mulai menggoyang teori tersebut. 

Sebagaimana dirilis dalam jurnal Icarus dan diulas oleh Discover Magazine, studi tersebut mengungkapkan bukti bahwa blok bangunan penyusun air sebenarnya sudah tersimpan di Bumi sejak awal fase pembentukan planet ini.

Hidrogen memegang peran kunci sebagai elemen esensial dalam sintesis air. Mengingat air merupakan prasyarat mutlak bagi ekosistem hayati, ketiadaan hidrogen secara otomatis akan membatalkan kemungkinan adanya kehidupan. 

Baca juga: Mengenal Lapisan Atmosfer Bumi dan Fungsinya, Pelindung Tak Terlihat yang Menjaga Kehidupan

Oleh karena itu, mengidentifikasi sumber asli hidrogen di Bumi menjadi prioritas para ilmuwan guna merekonstruksi kronologi munculnya organisme pertama di dunia.

Meneliti Hidrogen Lewat Meteorit Langka

Melalui studi terhadap meteorit enstatite chondrite, tim peneliti dari Universitas Oxford berhasil menemukan bukti baru mengenai asal-usul air di Bumi. 

Dipilih karena kemiripan komposisinya dengan material prototipe Bumi purba, meteorit ini terbukti mengandung konsentrasi hidrogen yang signifikan.

Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa hidrogen, unsur vital pembentuk air, sudah terintegrasi dalam material penyusun Bumi sejak awal pembentukannya. 

Dengan demikian, kehadiran air di Bumi bukan lagi dianggap sebagai hasil dari bombardir asteroid di kemudian hari, melainkan warisan dari material pembentuk planet itu sendiri.

Bukan Dipicu dari Kontaminasi Bumi

Ilustrasi Bumi. (photo/Ilustrasi/Pexels/Pixabay)

Keaslian temuan ini diuji dengan memastikan hidrogen tidak berasal dari kontaminasi terestrial. Melalui bantuan sinkrotron berteknologi sinar-X tinggi, tim meneliti meteorit LAR 12252 dan menemukan bahwa hidrogen sulfida tersembunyi jauh di dalam struktur internal kristalnya. 

Karena zat tersebut tidak ditemukan di area permukaan yang berkarat atau retak, peneliti yakin bahwa hidrogen ini merupakan bagian asli dari meteorit tersebut. 

Hal ini membuktikan bahwa material yang membentuk planet kita memang sudah mengandung hidrogen sejak awal.

"Kami sangat antusias ketika analisis menunjukkan adanya hidrogen sulfida, meski tidak berada di lokasi yang kami perkirakan," ujar Tom Barrett, mahasiswa pascasarjana Universitas Oxford sekaligus penulis studi tersebut. 

Kecilnya peluang kontaminasi memastikan bahwa hidrogen ini adalah unsur purba. Karena material pembentuk Bumi sangat mirip dengan enstatite chondrite, para peneliti berpendapat bahwa hidrogen sudah melimpah di Bumi jauh sebelum adanya hujan asteroid. 

Baca juga: Apa Itu Badai Magnet Bumi? Ini Penjelasan dan Dampaknya

Artinya, air di planet kita adalah komponen asli dari dalam Bumi, bukan sekadar material sisa yang dibawa oleh meteorit luar angkasa.

"Kami kini percaya bahwa material pembentuk Bumi jauh lebih kaya hidrogen dibandingkan yang selama ini diperkirakan,” kata James Bryson, profesor Universitas Oxford dan salah satu penulis studi. 

Hasil penelitian ini memperkuat paradigma bahwa keberadaan air di Bumi adalah sebuah keniscayaan evolusi planet, bukan sekadar peristiwa kebetulan yang dipicu oleh hantaman asteroid pasca-pembentukannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Discover Magazine

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU