INDOZONE.ID - Bagi para pecinta langit dan astronomi, 2026 menjanjikan sederet fenomena menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Mulai dari gerhana bulan total hingga parade planet, berikut ini daftar fenomena yang bisa disaksikan sepanjang tahun.
1. Jupiter di Posisi Oposisi Pada 10 Januari
Awal tahun, planet Jupiter akan berada dalam posisi oposisi, yaitu sejajar dengan Bumi dan Matahari. Ini menjadi momen terbaik untuk mengamati raksasa gas ini karena akan tampak paling terang sepanjang malam.
Jika diamati dengan teleskop atau teropong, kamu bisa melihat bulan-bulan terbesar Jupiter atau Bintik Merah Besarnya.
Baca juga: Macam-macam Fenomena Langit yang Dapat Disaksikan Desember 2025
2. Parade Enam Planet di Akhir Februari
Pada akhir Februari, enam planet yaitu, Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus akan berkumpul di sisi langit yang sama dari perspektif Bumi.
Meski Uranus dan Neptunus terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang, fenomena ini memberi kesempatan langka untuk mengamati tata surya dengan garis planet yang tersusun rapi.
3. Gerhana Bulan Total Pada 3 Maret
Pada dini hari 3 Maret, bulan akan berubah menjadi warna merah-oranye selama gerhana bulan total.
Fenomena ini terjadi karena sinar Matahari yang melewati atmosfer Bumi, menyebarkan cahaya biru dan hanya menyisakan gelombang merah yang memantul ke bulan yang membuatnya tampak seperti blood moon.
Dari semua gerhana bulan, hanya sekitar 29 persen yang merupakan gerhana bulan total. Setelah peristiwa ini terjadi, gerhana bulan total berikutnya akan terjadi saat tahun 2028
Baca juga: Selain Fenomena Cold Moon, Apa Lagi yang Terjadi di Bulan Desember 2025?
4. Hujan Meteor Lyrid di 21-22 April
Malam 21 hingga 22 April 2026 akan menjadi puncak hujan meteor Lyrid. Diperkirakan hingga 18 meteor per jam bisa terlihat dari langit gelap.
Meteor ini berasal dari debu komet Thatcher yang menyebar sepanjang orbitnya, dan akan tampak memancar dari rasi bintang Lyra.
5. Blue Micromoon Pada 31 Mei
Bulan purnama kedua di bulan Mei ini dikenal sebagai blue moon, atau micromoon. Disebut micromoon karena siklus bulan 29,5 hari tidak sepenuhnya selaras dengan panjang bulan kalender kita.
Posisinya berada dekat titik terjauh orbit bulan dari Bumi. Akibatnya, bulan akan tampak sedikit lebih kecil dan redup dibanding purnama biasa.
Blue moon terjadi sekitar tujuh kali dalam 19 tahun, maka blue moon berikutnya akan terjadi pada tanggal 31 Desember 2028.
Baca juga: Fenomena 31/ATLAS, Objek Bintang Langka yang Memicu Spekulasi dan Ramalan Sejarah
6. Gerhana Matahari Total di 12 Agustus
Pada 12 Agustus, gerhana matahari total akan terjadi namun hanya melintasi beberapa negara di Eropa dan sebagian Asia.
Saat gerhana matahari total terjadi, siang hari akan mendadak gelap, bintang-bintang akan terlihat di langit, dan korona Matahari muncul dengan jelas.
7. Hujan Meteor Perseid Terjadi 12-13 Agustus:
Malam setelah gerhana, hujan meteor Perseid akan mencapai puncaknya. Dengan kondisi bulan yang gelap, meteor bisa terlihat hingga 100 per jam dari rasi bintang Perseus, memberikan pertunjukan langit yang menakjubkan.
8. Venus Mencapai Kecerahan Puncak Pada 18 September
Venus akan bersinar paling terang sepanjang tahun di langit senja. Planet venus kadang terlihat sebagai “bintang pagi” atau “bintang sore”. Jika kamu sering melihat bulan yang muncul di sore hari atau pagi, itu bukan merupakan bulan, melainkan itu adalah planet Venus.
Baca juga: Mitos dan Fakta di Balik Fenomena Blood Moon
9. Rangkaian Hujan Meteor di Oktober - Desember
Musim gugur dan awal musim dingin membawa Orionid (21-22 Oktober), Lenid (16-17 November), dan Geminid (Desember). Geminid diperkirakan paling spektakuler, dengan potensi hingga 150 meteor per jam.
10.Supermoon Terjadi di 23 Desember
Menutup 2026, supermoon akan terjadi pada 23 Desember akan menjadi yang terdekat dan paling terang sepanjang tahun.
Bulan akan tampak lebih besar sekitar 14% dan lebih terang 30% dibanding micromoon. Ini adalah momen ideal untuk menatap bulan purnama yang menakjubkan.
Dengan beragam fenomena ini, 2026 menjadi tahun yang penuh keajaiban langit. Jangan lupa menyiapkan teropong, teleskop, dan lokasi dengan langit gelap untuk pengalaman terbaik!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earthsky.org