Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 17:30 WIB

Mitos dan Fakta di Balik Fenomena Blood Moon

Mitos dan Fakta di Balik Fenomena Blood MoonIlustrasi Blood Moon. (Pixabay/PS-L)

INDOZONE.ID - Pada 7 September 2025, langit Indonesia dihiasi fenomena Bulan Darah atau Blood Moon. Peristiwa ini terjadi saat Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya yang mencapai Bulan tampak merah menyala. Akibatnya, Bulan terlihat berwarna merah tembaga hingga gelap, menciptakan panorama langka dan dramatis di malam hari.

Mitos dan Cerita Budaya

Bulan Darah selalu memikat perhatian manusia. Bangsa Inka menganggapnya sebagai serangan jaguar, Mesir Kuno menafsirkannya sebagai murka para dewa, sementara suku asli Amerika mengaitkannya dengan pergantian musim. Di Eropa abad pertengahan, fenomena ini sering dikaitkan dengan perang atau bencana. Meski terdengar menyeramkan, sebagian besar hanyalah refleksi kekaguman manusia terhadap alam.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Diprediksi Terjadi Bulan Ini, Siap-siap Melihat 'Blood Moon'

Fakta yang Perlu Diketahui

Secara ilmiah, Bulan Darah aman untuk diamati langsung dan bukan pertanda malapetaka. Fase total berlangsung sekitar 83 menit, dengan keseluruhan gerhana mencapai lebih dari lima jam. Karena jarang terjadi, momen 7 September 2025 menjadi kesempatan langka untuk menikmati keindahan langit.

Baca juga: 5 Mitos Horor Tentang Blood Moon yang Harus Dipatahkan

Meskipun fenomena ini telah berlalu, Bulan Darah mengingatkan kita untuk terus menghargai serta mengamati keajaiban alam semesta. Jangan lupa mencatat kalender untuk gerhana berikutnya, karena kesempatan menyaksikannya lagi bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Retoria.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mitos dan Fakta di Balik Fenomena Blood Moon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!