Tasmanian Devil. (photo/Dok. Wikipedia)
INDOZONE.ID - Hewan adalah salah satu makhluk hidup yang memainkan peran penting dalam keberjalanan ekosistem. Namun seperti yang kita ketahui, sudah cukup banyak jenis hewan yang masuk pada daftar hewan yang punah dengan berbagai sebab.
Kali ini, para ilmuwan dari Perushaan Bioteknologi dan Rekaya Genetika asal Amerika, Colossal Bioscienses, bermitra dengan para ilmuwan dari Thylacine Integrated Genetic Restoration Research (TIGRR) Universitas Melbourne, untuk kembali menghidupkan salah satu hewan yang telah punah, yaitu Harimau Tasmania.
Tasmania Devil. (wikipedia/Wayne McLean)
Harimau Tasmania adalah hewan marsupialia (berkantung) karnivora. Hewan yang memiliki nama latin Thylacinus cynochepalus ini sebenarnya bukanlah golongan harimau, namun disebut harimau karena memiliki punggung yang bercorak belang.
Selain itu, beberapa juga menyebut hewan ini Serigala Tasmania, karena sifat dan bentuk tubuh yang mirip dengan hewan dari family Canidae, yaitu anggota keluarga hewan yang terdiri dari berbagai jenis anjing dan hewan-hewan yang mirip dengan anjing seperti serigala, dingo, dan rubah.
Baca Juga: Fakta Menarik Laba-Laba Merak: Tampilkan Ritual Tarian Unik Demi Memikat Pasangan yang Bikin Gemes
Harimau Tasmania ini adalah hewan asli dari daerah Tasmania (Australia), dan beberapa bagian di daratan Papua Nugini. Hewan ini terakhir kali terlihat pada tahun 1936, sebelum akhirnya dinyatakan punah pada 1980-an.
Penyebab punahnya hewan ini yaitu akibat perburuan manusia, masuknya spesies hewan yang kompetitif seperti anjing liar, dan kerusakan habitat yang luas.
Andrew Pask, pemimpin proyek ini, berujar, ia dan rekan-rekannya menemukan kepala bayi Harimau Tasmania yang sudah dikuliti sekitar enam bulan lalu di bagian belakang lemari koleksi Museum Melbourne.
Diketahui, para pemburu membunuh induknya, menguliti kulitnya untuk diawetkan, dan terakhir memotong kepalanya dengan gergaji dan mencelupkannya ke ember berisi etanol.
Harimau Tasmania. (wikipedia.org)
Potongan kepala yang ditemukan ini terawetkan dengan baik dan serta memiliki DNA yang masih utuh, sehingga sangat membantu untuk membangun genom.
Baca Juga: Interpretasi Lukisan Rejtan, The Fall of Poland dalam Rekonstruksi Sejarah Eropa
Setelah itu, Pask mencari hewan yang memiliki kekerabatan terdekat dengan Harimau Tasmania, yaitu Fat-tailed Dunnard, hewan marsupial berukuran seperti tikus. Hewan tersebut kemudian diambil sel-nya dan diubah DNA-nya agar serupa dengan Harimau Tasmania.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Npr.org