Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 MEI 2026 • 12:57 WIB

Psikoanalisis Pembunuh Berantai Berdasarkan Teori Carl Jung

Psikoanalisis Pembunuh Berantai Berdasarkan Teori Carl JungCarl Jung dan teori serialkiller psikoanalisis (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Fenomena pembunuh berantai (serial killer) menjadi salah satu topik yang paling kompleks dalam psikologi kriminal. Dalam banyak kasus, tindakan pembunuhan berulang tidak hanya dipicu faktor biologis atau lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan dinamika kepribadian yang dalam dan tidak terselesaikan. 

Salah satu pendekatan yang kerap digunakan untuk memahami sisi psikologis pelaku adalah teori analitik Carl Gustav Jung.

Jung memandang kepribadian manusia sebagai sistem yang terdiri atas kesadaran dan ketidaksadaran. Dalam konteks pembunuh berantai, perilaku ekstrem sering kali dipahami sebagai manifestasi sisi gelap psikis yang gagal diintegrasikan secara sehat ke dalam kepribadian.

Konsep “Shadow” dalam Teori Jung

Salah satu konsep utama Jung yang relevan untuk menganalisis pembunuh berantai adalah shadow atau “bayangan”. Shadow merupakan bagian dari diri manusia yang berisi dorongan primitif, agresi, rasa marah, hasrat seksual tertekan, iri hati, hingga impuls destruktif yang ditolak oleh kesadaran.

Baca juga: Psikoanalisis Serial Killer Menurut Sigmund Freud: Ketika Dorongan Bawah Sadar Menguasai Pikiran

Menurut Jung, setiap manusia memiliki shadow. Namun, pada individu tertentu, terutama yang mengalami trauma berat, kekerasan masa kecil, penolakan sosial, atau gangguan perkembangan emosional, shadow dapat berkembang

secara dominan dan tidak terkendali.

Dalam jurnal psikologi analitik, shadow pada pelaku kriminal berat sering muncul dalam bentuk:

  • Fantasi kekerasan kronis
  • Hilangnya empati
  • Kebutuhan mengontrol korban
  • Dorongan sadistik
  • Identitas ganda antara persona sosial dan diri asli

Baca juga: Kisah Mengerikan Rose West Pembunuh Berantai Wanita Paling Sadis dalam Sejarah Inggris

Pembunuh berantai umumnya mampu membangun “persona” sosial yang tampak normal. Banyak pelaku terlihat ramah, cerdas, bahkan berkeluarga. Namun di balik persona tersebut, terdapat shadow yang ditekan dan akhirnya muncul melalui tindakan kriminal berulang.

Trauma Masa Kecil dan Fragmentasi Kepribadian

Berbagai jurnal psikologi kriminal menunjukkan sebagian besar pembunuh berantai memiliki riwayat masa kecil yang penuh kekerasan, pelecehan, pengabaian emosional, atau penghinaan ekstrem.

Dalam perspektif Jung, trauma tersebut dapat menyebabkan fragmentasi kepribadian. Individu gagal membentuk identitas yang utuh sehingga sisi shadow berkembang tanpa integrasi moral yang sehat.

Penelitian dalam Journal of Criminal Psychology dan Aggression and Violent Behavior menunjukkan pola umum pada serial killer:

  • Kekerasan fisik saat kecil
  • Pelecehan seksual
  • Orang tua manipulatif atau dingin
  • Isolasi sosial kronis
  • Fantasi kekerasan sejak remaja

Jung percaya bahwa ketika individu terus menolak luka batin dan sisi gelap dirinya, ketidaksadaran akan mencari jalan keluar secara destruktif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sage Publications.

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Psikoanalisis Pembunuh Berantai Berdasarkan Teori Carl Jung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!