INDOZONE.ID - Peneliti menemukan kokain, kafein, dan obat penghilang rasa sakit dalam darah hiu liar di perairan Pulau Eleuthera, Bahama.
Dari 85 hiu yang diuji, sepertiga di antaranya positif mengandung zat-zat tersebut.
Bukan karena penyelundupan narkoba, tapi karena limbah manusia yang dibuang ke laut.
Tim peneliti yang dipimpin Natascha Wosnick dari Universitas Federal Parana, Brasil, menangkap hiu dari beberapa spesies, termasuk hiu perawat, hiu lemon, dan hiu karang Karibia. Sampel darah diambil, lalu hiu dilepas kembali.
Dari 20 zat yang disaring, beberapa yang paling menonjol adalah kafein, asetaminofen (Tylenol), dan kokain.
Zat-zat ini ditemukan di perairan yang secara visual tampak bersih dan terpencil.
Baca juga: Mengenal Bioluminescence, Rahasia di Balik Air Laut yang Bercahaya Biru Malam Hari
Baca juga: Mengapa Bunga Wijaya Kusuma hanya Mekar di Malam Hari? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Kokain bukan dari penyelundup yang membuang karung ke laut, meski itu memang kadang terjadi. Sumber utamanya jauh lebih dekat dengan kapal pesiar dan urbanisasi kawasan pesisir.
Kapal pesiar pada dasarnya adalah kota terapung. Ribuan penumpang mengonsumsi kopi, obat-obatan, dan berbagai zat lain setiap harinya.
Limbahnya harus dibuang, dan seringkali dilepas langsung ke laut tanpa pengolahan memadai.
"Obat-obatan dan narkoba ilegal semakin diakui sebagai kontaminan yang menjadi perhatian baru (CECs) di lingkungan laut, khususnya di daerah yang mengalami urbanisasi pesat dan pembangunan yang didorong oleh pariwisata," tulis para peneliti dalam makalah yang dipublikasikan di jurnal Environmental Pollution dikutip dari ZME Science.
Menurut penelitian tersebut, bahan kimia ini dapat "mengganggu proses fisiologis mendasar pada organisme laut."
Dampaknya, energi hiu terkuras untuk mendetoksifikasi zat asing, energi yang seharusnya dipakai untuk berburu, bereproduksi, atau bermigrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Zme Science