Candi Kailasa (blog.dharmikvibes)
INDOZONE.ID - Mengenal Candi Kailasa sang keajaiban monolitik India. Candi ini terletak di Ellora, Maharashtra, merupakan salah satu pencapaian arsitektur paling menakjubkan di dunia.
Sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO di kompleks Gua Ellora, candi yang didedikasikan untuk Dewa Siwa ini menjadi bukti nyata kecerdasan teknik dan keahlian seniman masa lampau.
Baca juga: Candi Kok Jendelanya Banyak? Inilah Candi Sari Yogyakarta
Berdasarkan laman Gayatri Heritage, Sabtu (07/03/2026) pembangunan Candi Kailasa dikaitkan dengan masa pemerintahan Raja Krishna I dari dinasti Rashtrakuta sekitar tahun 756-773 Masehi.
Bangunan megah ini dirancang sebagai simbol dari Gunung Kailash, yang dipercaya sebagai tempat tinggal surgawi Dewa Siwa.
Hal yang paling membedakan Candi Kailasa dari bangunan tradisional lainnya adalah teknik konstruksinya.
Jika umumnya gedung dibangun dari dasar ke atas, candi ini justru dipahat dari atas ke bawah. Metode ini menuntut perencanaan dan ketelitian luar biasa karena tidak menyisakan ruang bagi kesalahan sedikit pun.
Baca juga: Candi Sumur: Situs Mini Majapahit yang Menyimpan Misteri Hilangnya Tokoh Penting
Candi ini memiliki dimensi yang sangat luas, dengan panjang sekitar 276 kaki dan lebar 154 kaki.
Berikut beberapa fitur utama yang membuatnya begitu istimewa:
Baca juga: Candi Wangkal: Situs Misterius yang Ditemukan Lewat Mimpi, Tersembunyi di Tengah Sawah Sidoarjo
Hingga kini, Candi Kailasa masih menyisakan teka-teki bagi para peneliti. Salah satu poin perdebatan adalah catatan kuno yang menyebutkan bahwa proyek raksasa ini diselesaikan hanya dalam waktu 18 tahun.
Mengingat volume batu yang digali dan detail pahatannya, pencapaian ini dianggap hampir mustahil untuk dikerjakan dengan alat-alat sederhana pada masa itu.
Ketepatan simetri dan pengetahuan matematika yang ditunjukkan memicu spekulasi mengenai teknik rekayasa tingkat lanjut yang digunakan oleh pembangunnya. Bahkan, beberapa peneliti melihat adanya kemiripan gaya arsitektur dengan kuil-kuil kuno di Mesir dan Kamboja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gayatri Heritage