Ilustrasi ikan laut dalam berjenis Oarfish. (YouTube/Deep Marine Scenes)
INDOZONE.ID - Selama lebih dari seratus tahun, buku teks biologi mengajarkan bahwa penglihatan makhluk vertebrata—termasuk manusia—hanya bergantung pada dua jenis sel yang jelas berbeda.
Batang (rods) untuk cahaya redup, dan kerucut (cones) untuk cahaya terang dan warna.
Kini, penelitian terbaru pada ikan laut dalam membuktikan bahwa pembagian rapi ini ternyata tidak sepenuhnya benar.
Para ilmuwan telah mengidentifikasi jenis sel penglihatan baru pada ikan laut dalam.
Sel ini merupakan perpaduan unik: bentuknya seperti sel batang, tapi perlengkapan molekuler dan gennya seperti sel kerucut.
Baca juga: Apa Itu Badai Magnetik? Penjelasan Lengkap Penyebab dan Dampaknya bagi Bumi
Temuan ini dipublikasikan di jurnal Science Advances pada Rabu (18/2/2026).
Sel hibrida ini ditemukan pada larva dari tiga spesies ikan laut dalam di Laut Merah.
Ketiganya adalah ikan kapak (Maurolicus mucronatus), ikan cahaya (Vinciguerria mabahiss), dan ikan lentera (Benthosema pterotum).
Ikan-ikan kecil ini, dengan panjang hanya 3-7 cm saat dewasa, hidup di wilayah laut senja (twilight zone) di kedalaman 20 hingga 200 meter, tempat sinar matahari sulit menembus.
“Kami menemukan bahwa saat masih larva, ikan-ikan ini sebagian besar menggunakan fotoreseptor hibrida mix-and-match,” kata Lily Fogg, peneliti pascadoktoral biologi kelautan di Universitas Helsinki, Finlandia, yang memimpin penelitian ini.
Baca juga: Sirkum Pasifik dan Fenomena Ring of Fire: Mengapa Kawasan Ini Begitu Aktif?
“Sel-sel ini tampak seperti sel batang—panjang, silindris, dan dioptimalkan untuk menangkap sebanyak mungkin partikel cahaya (foton). Tapi mereka menggunakan mesin molekuler sel kerucut, mengaktifkan gen yang biasanya hanya ditemukan di sel kerucut,” jelas Fogg.
Menariknya, ikan kapak mempertahankan sel hibrida ini sepanjang hidupnya. Sementara dua spesies lainnya beralih ke dikotomi batang-kerucut biasa saat dewasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters