Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 14:24 WIB

Sirkum Pasifik dan Fenomena Ring of Fire: Mengapa Kawasan Ini Begitu Aktif?

Sirkum Pasifik dan Fenomena Ring of Fire: Mengapa Kawasan Ini Begitu Aktif?Wilayah Sirkum Pasifik atau Ring of Fire (Drishti IAS)

INDOZONE.ID - Sirkum Pasifik, atau lebih dikenal sebagai Ring of Fire, merupakan jalur geologi yang membentang sepanjang tepi Samudra Pasifik dan terkenal dengan aktivitas vulkanik serta seismik yang tinggi.

Fenomena tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu wilayah paling dinamis dan berbahaya di Bumi, di mana sebagian besar letusan gunung berapi dan gempa bumi terjadi.

Baca juga: Ring Of Fire - Zona Rawan Bencana

Apa Itu Sirkum Pasifik?

Melansir laman Drishti IAS dan USGS, Jumat (27/02/2026) Sirkum Pasifik adalah jalur yang mengelilingi Samudra Pasifik dengan panjang sekitar 40.000 kilometer, melintasi banyak negara seperti Chili, Peru, Amerika Serikat, Jepang, Filipina, Indonesia, dan Selandia Baru.

Kawasan tersebut sebagian besar terbentuk akibat interaksi lempeng tektonik, khususnya Lempeng Pasifik yang besar dengan lempeng-lempeng kecil di sekitarnya, termasuk Lempeng Amerika Utara, Lempeng Filipina, Lempeng Nazca, dan lainnya.

Baca juga: Teori Segitiga Bermuda, Wilayah yang Kerap Disebut Berbahaya dengan Tragedi-tragedi Mengerikan

Interaksi lempeng ini menyebabkan terbentuknya batas lempeng aktif, yang menjadi sumber utama gempa bumi dan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.

Sebagai perbandingan, wilayah Alpide di Mediterania hanya menyumbang sekitar 5-6% dari gempa bumi global, sedangkan Ring of Fire mencatat hampir 90% gempa bumi dunia.

Fenomena Gunung Berapi di Ring of Fire

Ring of Fire adalah rumah bagi lebih dari 450 gunung berapi aktif dan tidak aktif, yang membentuk setengah lingkaran atau tapal kuda di sekitar tepi Samudra Pasifik.

Beberapa gunung berapi paling terkenal di kawasan ini antara lain:

  • Gunung Tambora, Indonesia - Meletus pada 1815, menjadi letusan gunung berapi terbesar yang tercatat dalam sejarah.
  • Gunung Pinatubo, Filipina - Letusan 1991 menyebabkan kerusakan besar dan menurunkan suhu global sementara.
  • Gunung Fuji, Jepang - Terletak di persimpangan tiga lempeng tektonik, menjadi salah satu gunung berapi paling ikonik.
  • Gunung St. Helens, AS - Letusan tahun 1980 berlangsung selama 9 jam, menimbun daerah sekitarnya dengan abu vulkanik.

Bagian barat Ring of Fire, termasuk Rusia hingga Selandia Baru, merupakan wilayah dengan gunung berapi paling aktif.

Di sisi lain, daerah seperti Kepulauan Aleutian, Pegunungan Cascade, Sabuk Vulkanik Trans-Meksiko, dan Pegunungan Andes juga menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi.

Baca juga: Misteri di Balik Salju: Bagaimana 'Zombie Fires' Bertahan di Suhu Ekstrem dan Kembali Menghanguskan Hutan?

Gempa Bumi di Kawasan Ring of Fire

Aktivitas gempa bumi di Ring of Fire termasuk yang paling dahsyat dalam sejarah modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Drishti IAS, USGS

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sirkum Pasifik dan Fenomena Ring of Fire: Mengapa Kawasan Ini Begitu Aktif?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!