INDOZONE.ID - Apa itu badai magnetik? Badai magnetik atau badai geomagnetik merupakan fenomena alam yang muncul saat Matahari sedang aktif.
Fenomena ini sering dikaitkan dengan kemunculan aurora, akan tetapi badai magnetik bukan badai seperti hujan atau angin di permukaan Bumi pada umumnya.
Baca juga: Fakta Ilmiah di Balik Keindahan Aurora yang Menghiasi Cakrawala
Badai magnetik terjadi ketika magnetosfer Bumi terganggu akibat energi besar dari Matahari. Gangguan ini bisa membuat medan magnet Bumi “berguncang” dan memicu fenomena geomagnetik yang dikenal sebagai badai magnetik.
Badai ini terjadi karena angin Matahari atau aliran partikel bermuatan dari Matahari menabrak magnetosfer, menyebabkan pergeseran arus di lapisan atas atmosfer Bumi.
Aktivitas Matahari adalah penyebab utama badai magnetik. Terdapat dua faktor utama yang paling sering memicu badai ini:
CME adalah lontaran plasma besar dari Matahari. Bayangkan Matahari “melempar” awan energi dan partikel ke luar angkasa.
Gelombang CME biasanya membutuhkan beberapa hari untuk mencapai Bumi, tetapi badai intens dapat tiba dalam waktu sekitar 18 jam.
Baca juga: Mengenal Metamorfosis Sempurna: Pengertian, Jenis dan Contohnya pada Hewan
Selain CME, badai juga bisa dipicu oleh angin Matahari berkecepatan tinggi. Aliran ini menembus angin Matahari yang lebih lambat, membentuk wilayah interaksi yang bisa menimbulkan gangguan magnetik.
Meski biasanya lebih ringan daripada CME, badai dari HSS dapat berlangsung lebih lama dan tetap membawa energi besar.
Selama badai magnetik, beberapa perubahan signifikan dapat terjadi di lapisan atas Bumi:
Badai magnetik tidak hanya menghasilkan aurora yang memukau, tetapi dapat menimbulkan dampak serius.
Berikut dampat yang dapat terjadi di Bumi:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earthsky.org, Space Weather Prediction Center