Ilustrasi Bulan Purnama (Freepik)
INDOZONE.ID - Bulan Februari selalu menarik perhatian, bukan hanya karena menjadi bulan terpendek dalam setahun, tetapi juga karena fenomena langit yang kadang unik. Salah satu fakta menarik adalah bahwa bulan purnama tidak selalu muncul di Februari.
Sebenarnya, Februari biasanya tetap memiliki bulan purnama. Fenomena langka ini terakhir terjadi pada tahun 2018, dan diperkirakan akan muncul lagi pada tahun 2037.
Interval tersebut kira-kira terjadi setiap 19 tahun, mengikuti yang disebut para astronom sebagai siklus Metonik, siklus yang digunakan untuk menyelaraskan kalender dengan fase-fase bulan.
Baca juga: Fenomena Bulan Purnama Mikro Biru Akan Hiasi Langit 31 Mei 2026
Dengan kata lain, gerakan bulan kadang “tidak pas” dengan panjang bulan kalender, sehingga menyebabkan bulan tertentu, seperti Februari, bisa tidak memiliki bulan purnama.
Mengapa bisa begitu? Rata-rata jarak antara dua bulan purnama adalah sekitar 29,5 hari. Sementara itu, Februari hanya memiliki 28 hari, dan 29 hari saat tahun kabisat.
Karena perbedaan itulah, bulan purnama bisa “terlewat” di bulan Februari. Akibatnya, Januari dan Maret di sekitarnya justru menampilkan dua bulan purnama, fenomena yang kini dikenal dengan istilah Bulan Biru.
Baca juga: Daftar Fenomena Langit Februari: Dari Bulan Salju hingga Parade Enam Planet
Sebagai contoh, pada tahun 2018, urutannya cukup unik, 1 Januari dan 31 Januari ada bulan purnama, Februari sama sekali tidak ada, dan 1 Maret serta 31 Maret kembali muncul bulan purnama.
Meski terdengar ajaib, tidak ada signifikansi ilmiah khusus terkait bulan purnama ganda atau bulan tanpa bulan purnama. Ini hanyalah salah satu keunikan kalender dan siklus alam yang menambah warna dalam pengamatan astronomi.
Jadi, jika suatu hari Februari tak menampilkan bulan purnama, itu hanyalah sebuah keistimewaan langit yang langka dan memikat bagi para penggemar astronomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earthsky.org