Gua bawah laut Ox Bel Ha di Meksiko (Dok. YouTube Cindaq A.C)
INDOZONE.ID - Ox Bel Ha, sebuah gua bawah laut di Semenanjung Yucatan, Meksiko, kini tercatat memiliki panjang lebih dari 524 kilometer. Jarak itu hampir setara Jakarta-Yogyakarta.
Di balik citra pantai tropis dan laut biru Meksiko, Semenanjung Yucatan menyimpan dunia lain yang nyaris tak terlihat.
Di bawah hutan dan tanah kapurnya, terbentang jaringan gua bawah laut yang rumit dan saling terhubung.
Wilayah Quintana Roo, yang kini dikenal sebagai destinasi wisata dunia, baru menarik perhatian dunia sejak 1970-an. Awalnya karena resor dan peninggalan Maya, tapi kemudian para penyelam menemukan sesuatu yang nggak kalah memukau.
“Dalam dua puluh tahun terakhir, dunia lain, yang sama spektakulernya, yang tersembunyi di bawah dasar hutan, mulai terungkap,” tulis penjelajah gua Christophe Le Maillot pada 2003 dikutip dari IFL Science.
Ia menjelaskan bahwa Quintana Roo memiliki banyak sistem gua bawah laut yang telah dieksplorasi, terutama di area Tulum, Akumal, dan Puerto Aventuras.
Empat sistem terbesar bahkan berada dalam radius sekitar 30 mil atau hampir 48 kilometer.
Baca juga: Cari Palu Hilang, Pria Ini Malah Temukan Harta Karun Senilai Rp95 Miliar
Secara garis besar, gua-gua ini terbentuk dengan proses serupa. Batuan kapur tergerus air hujan asam selama jutaan tahun, lalu terendam air laut saat zaman es berakhir.
Gua bawah laut Ox Bel Ha di Meksiko. (Dok. YouTube Cindaq A.C)
Namun menurut Le Maillot, tiap gua bawah laut punya karakter sendiri.
“Sistem gua ini, meskipun memiliki kesamaan, merupakan dunia tersendiri, ditandai oleh formasi geologi yang khas dan kekhasan hidrologis,” tulisnya.
Baca juga: Kenapa Kita Berkeringat? Begini Penjelasan Tubuh dan Fungsi Keringat
Satu-satunya pintu masuk ke sistem gua ini adalah cenote, yakni lubang alami yang dulu dianggap suci oleh suku Maya. Jalurnya sempit, gelap, dan berisiko tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IFL SCIENCE