Ilustrasi 10 Desember (Freepik)
INDOZONE.ID - 10 Desember bukan sekadar tanggal biasa. Setiap tahun, dunia memperingatinya sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM), sebuah momen untuk mengingat kembali nilai-nilai yang melindungi martabat setiap manusia.
10 Desember ini menjadi penting terutama di masa saat ini yang penuh ketidakpastian, ketika banyak orang merasa tidak aman, terasing, atau kehilangan kepercayaan terhadap institusi.
Baca juga: Dari Penelitian Fosil, Unta Ternyata Pernah Menguasai Amerika Utara Selama Jutaan Tahun
Hari HAM bertujuan mengembalikan perhatian masyarakat pada pentingnya hak asasi, yang sering dianggap abstrak atau sudah seharusnya ada begitu saja.
Padahal, hak-hak tersebut melekat dalam kehidupan manusia sehari-hari, mulai dari kebebasan berpendapat, beragama, bergerak, hingga hak untuk hidup aman dan bermartabat.
Peringatan ini bermula pada 10 Desember 1948, ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi Universal Declaration of Human Rights (UDHR) atau Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.
Dokumen ini menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya dunia sepakat, bahwa setiap manusia memiliki hak yang tidak boleh dicabut oleh siapa pun.
Baca juga: Dilematis atau Dramatis : Langkah Politik Chiang Kai-shek dalam Perang Saudara dan Masa Depan Taiwan
Selang dua tahun, pada 1950, Majelis Umum PBB menetapkan resolusi yang mengajak seluruh negara merayakan 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia.
UDHR ini terdiri dari pembukaan dan 30 pasal yang mengatur berbagai hak dasar, seperti kebebasan berekspresi, hak berkumpul, kebebasan beragama, hingga larangan perbudakan dan penyiksaan. Walaupun tidak bersifat mengikat, dokumen ini menjadi landasan bagi lebih dari 60 instrumen internasional tentang HAM dan memengaruhi banyak konstitusi negara.
Penerimaan seluruh negara anggota PBB terhadap deklarasi ini memperkuat kedudukannya sebagai standar global kehidupan yang bermartabat.
Hari HAM bukan hanya peringatan simbolis, tetapi ajakan untuk memastikan nilai-nilai kemanusiaan terus hidup dalam tindakan nyata. Melalui kampanye dan edukasi, dunia diingatkan bahwa hak asasi adalah sesuatu yang positif, penting, dan dapat dicapai bersama.
Baca juga: Mengenal Lazarus Sign: Fenomena Medis Langka yang Bikin Banyak Orang Terkejut
Dengan memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) setiap 10 Desember, kita diajak untuk terus menjaga, menghormati, dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ohchr.org, United Nations, Library Of Congress