Ilustrasi 100 Ribu Ton Sampah di Samudra Pasifik (Youtube/Nessie Judge).
INDOZONE.ID - Bayangin lagi naik kapal jauh banget di tengah Samudra Pasifik.
Yang kamu lihat bukan pemandangan laut biru yang indah, tapi hamparan sampah sejauh mata memandang.
Nah, ini yang dialami Kapten Charles Moore tahun 1997 - momen yang akhirnya buka mata dunia tentang salah satu bencana ekologi terbesar: The Great Pacific Garbage Patch.
Waktu itu, Kapten Charles lagi berlayar dari Honolulu ke Santa Barbara. Karena badai, kapalnya nyasar keluar jalur.
Baca juga: Apa Itu Siklon Tropis Senyar? Begini Penjelasannya Menurut BMKG
Dari situ dia mulai liat benda-benda aneh terapung. Semakin lama, sampahnya makin banyak sampai akhirnya dia sadar: ini bukan sampah biasa, tapi jumlahnya gila-gilaan!
Dia sampai bilang rasanya kayak lagi berada di lautan "sup sampah" - air lautnya aja nggak kelihatan lagi.
Yang dia temuin ternyata zona sampah terapung terbesar di bumi. Dan yang bikin merinding, ini cuma salah satu dari lima zona sampah raksasa yang ada di lautan dunia!
Biar kebayang gede bangetnya:
Baca juga: Deretan Negara yang Diprediksi Gelap Saat Gerhana Matahari Terlama Abad Ini!
Banyak sampah yang udah dari tahun 80-an, bahkan ada yang dari 1977 - artinya udah puluhan tahun ngambang tanpa hancur!
Yang lebih serem lagi, para ahli percaya 70% sampah laut udah tenggelam ke dasar laut. Jadi yang kita liat di permukaan cuma "puncak gunung es" aja.
Sebagian besar (sekitar 80%) datang dari daratan: sampah rumah tangga, industri, tempat wisata, sampai sampah yang hanyut lewat sungai.
Sisanya (20%) dari kegiatan di laut kayak jaring ikan dan barang-barang dari kapal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Nessie Judge