Makam Raja Pendiri Caracol Berumur 1.600 Tahun Ditemukan di Belize.
INDOZONE.ID - Dunia arkeologi ramai jadi perbincangan usai para peneliti di Belize baru saja menemukan makam Te K’ab Chaak, sang raja pendiri Caracol yang usianya sudah sekitar 1.600 tahun.
Penemuan ini bukan hanya soal makam tua biasa, tapi punya makna besar untuk memahami sejarah dan budaya salah satu peradaban Maya paling kuat di era Klasik.
Te K’ab Chaak sendiri mulai jadi penguasa sekitar tahun 331 Masehi. Makamnya berada di Akropolis Timur Laut, bagian dari kompleks utama Caracol yang dulunya dipakai untuk upacara dan hunian elite.
Baca juga: Semesta Ini Nyaris Kosong, Ilusi ‘Kepadatan’ yang Bikin Kita Gagal Paham
Di dalam makam, ditemukan berbagai benda berharga seperti manik-manik giok, tulang berukir, kerang laut, topeng kematian dari giok mosaik, hingga bejana keramik yang dihias dengan gambar dewa dan penguasa Maya saat menerima persembahan.
Penemuan ini istimewa karena merupakan makam kerajaan pertama yang berhasil diidentifikasi jelas di Caracol selama lebih dari 40 tahun penggalian.
Sebelumnya, temuan artefak dari luar wilayah seperti Teotihuacán sempat menunjukkan pengaruh luar, tapi makam ini jelas milik keluarga kerajaan asli Maya sebelum pengaruh tersebut datang.
Te K’ab Chaak sendiri diperkirakan meninggal di usia lanjut dengan tinggi badan sekitar 1,5 meter. Dinasti yang ia mulai bertahan lebih dari 460 tahun, membuktikan kekuatan dan stabilitas yang dia ciptakan di Caracol.
Caracol pada masa kejayaannya menampung lebih dari 100 ribu orang, dengan wilayah yang luas dan fasilitas canggih seperti jalan lintas, sistem pertanian, serta piramida Caana setinggi 140 kaki yang masih jadi salah satu struktur tertinggi di Belize sampai sekarang.
Baca juga: Pulau Sertung, Tempat Terpencil yang Sempat Dilarang Dikunjungi, Area X-nya Indonesia?
Menurut Arlen Chase, pemimpin Proyek Arkeologi Caracol, penemuan makam ini membuka wawasan baru tentang para penguasa awal Caracol dan memperjelas hubungan diplomatik mereka dengan wilayah lain di Mesoamerika.
Jadi, penemuan makam ini bukan hanya sekadar menemukan ruang pemakaman tua, tapi juga memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana kekuasaan dan budaya berkembang di salah satu kota paling berpengaruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Artnews.com