Kasus Kematian Grace Mae Brown, Gadis Cantik yang Tewas di Tangan Pacarnya dan Jadi Inspirasi Novel Ternama AS
INDOZONE.ID - Grace Mae Brown adalah seorang wanita asal South Otselic, New York, AS kelahiran 20 Maret 1886. Ia adalah putri dari seorang peternak ternama di wilayah Chenango County.
Grace dijuluki Billy semasa kecilnya karena kesukaannya pada lagu "(Won't You Come Home) Bill Bailey". Bahkan, Grace sampai menambahkan akhiran nama "The Kid" pada nama panggilannya. Tentunya nama tersebut terinspirasi dari nama penjahat legendaris AS, yaitu Billy The Kid.
Grace dikenal dekat dengan salah satu Gurunya di sekolah yang bernama Maud Kenyon Crumb. Tak hanya dengan sang Guru, Grace pun dekat dengan keluarga Gurunya itu.
Baca Juga: Misteri Burari, Tragedi Kematian 11 Orang Keluarga yang Menggemparkan India
Memasuki usianya yang ke-18, Grace pindah ke kota Cortland, New York untuk tinggal bersama Kakaknya yang bernama Ada. Di sana, Grace mulai bekerja di sebuah pabrik pembuat rok bernama Gillette Skirt Factory.
Itu tadi sekilas tentang tokoh pertama yang jadi fokus utama di pembahasan kali ini. Sekarang, kita move on ke tokoh yang kedua.
Chester Elsworth Gillette, seorang pemuda asal Wickes, Montana, AS kelahiran 9 Agustus 1883. Chester berasal dari keluarga kelas ekonomi atas nan religius. Diketahui kalau Pamannya memiliki sebuah pabrik pembuat rok di Cortland, New York, tempat Grace bekerja.
Baca Juga: Kisah Nyata Mengerikan Keluarga Kanibal Clan Bean, Inspirasi Dibalik Film 'The Hills Have Eyes'
Chester tumbuh besar di Spokane, Washington, kemudian Ia bersama keluarganya pindah ke Hawaii. Chester sempat berkuliah di Oberlin College, Ohio dan dibiayai oleh Pamannya. Tapi sayangnya, Chester memilih untuk drop out setelah 2 tahun berkuliah.
Di tahun 1903, Chester memutuskan untuk bekerja. Selang 2 tahun kemudian, Chester pindah bekerja ke pabrik milik sang Paman. Dari sinilah awal dari kisah ini bermula.
Chester dan Grace pun akhirnya bertemu. Dari situlah mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk memulai hubungan asmaranya. Atas dasar "suka sama suka", hubungan antara Chester dan Grace pun berlanjut sampai ke level yang "lebih intim". Sampai akhirnya, Grace pun hamil.
Baca Juga: Kasus Tragis Lacey Fletcher: Korban Penelantaran dan Pembunuhan Orang Tua
Mengetahui kehamilan Grace, Chester menemui keluarganya Grace dan berjanji akan menikahinya. Mereka memutuskan untuk pindah ke Adirondack, New York dan memulai "hidup baru".
Dalam perjalanannya menuju Adirondack, mereka beberapa kali menginap di hotel yang berbeda. Mula-mula, mereka menginap di Utica. New York, kemudian ke Tupper Lake, Franklin County dan terakhir di Big Moose Lake.
Selama menginap di beberapa hotel, Chester selalu menggunakan identitas palsu agar bisa menginap secara gratis.
Di tanggal 11 Juli 1906, Chester dan Grace yang saat itu sedang menginap di kawasan Big Moose Lake, tengah menikmati pemandangan danau sambil menaiki sampan. Saat mereka berada di tengah danau, Chester dengan teganya membunuh Grace dengan cara memukul kepalanya. Ada yang menyebut kalau Chester memukul Grace menggunakan raket tenis, ada juga yang menyebut kalau Grace dipukul dengan dayung sampan tersebut.
Setelah dipukul, Grace pun tak sadarkan diri dan terjatuh ke danau. Lalu, Chester pun pergi meninggalkan Grace hingga dirinya mati tenggelam.
Baca Juga: Kisah Kekejaman Babe, Pelaku Sodomi Anak di Bawah Umur Secara Brutal
Tak butuh waktu lama bagi Chester untuk diringkus oleh kepolisian setempat. Pasalnya, jasadnya Grace langsung ditemukan tepat pada keesokan harinya. Chester yang kembali ke hotel sendirian membuat beberapa pegawai hotel curiga, hingga mereka pun memutuskan untuk melaporkan Chester ke Polisi usai jasadnya Grace ditemukan.
Dalam persidangannya, Chester mengelak tuduhan pembunuhan yang Ia lakukan terhadap Grace. Katanya, Grace tiba-tiba bertingkah aneh saat mereka sedang mengobrol di tepi danau. Kemudian, Grace pun melompat ke danau untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Alasannya Chester sangatlah tidak masuk akal di mata para hakim. Kenapa Chester tidak menyelamatkan Grace saat Ia menjatuhkan dirinya ke danau? Beruntung alasannya itu bisa dipatahkan dengan mudah karena adanya bukti kekerasan di kepalanya Grace.
Baca Juga: Kisah Kekejaman Rian Bogor yang Kencani 2 Wanita: Rampas Hartanya Sebelum Dibunuh dengan Sadis
Proses persidangan Chester berjalan selama 3 minggu, sampai akhirnya Ia resmi mendapat vonis hukuman mati. Dan pada 30 Maret 1908, Chester menjalani hukuman matinya di Auburn Correctional Facility dengan cara disetrum.
Kasus ini menjadi inspirasi cerita dari 2 novel ternama di AS, "An American Tragedy" yang dirilis di tahun 1925 dan "A Northern Light" yang dirilis di tahun 2003. Selain novel, kasus tersebut menjadi topik utama dalam 2 buku non-fiksi yang berjudul "Adirondack Tragedy: The Gillette Murder Case of 1906" dan "Murder in the Adirondacks: An American Tragedy Revisited".
Fun fact, kota Wickes, Montana saat ini sudah menjadi salah satu kota hantu yang ada di AS. Kota tersebut telah ditinggalkan sekitar tahun 1910 akibat peristiwa kebakaran yang melahap seisi kota Wickes.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ghosttowngallery.com