INDOZONE.ID - Alexander Pichushkin merupakan sosok pembunuh berantai asal Rusia yang dikenal luas dengan julukan “Pembunuh Papan Catur”.
Julukan tersebut muncul karena aparat menemukan papan catur di apartemennya yang diduga digunakan untuk menandai jumlah korbannya.
Melansir laman Biography, Sabtu (08/05/2026) Pichushkin divonis penjara seumur hidup setelah terbukti melakukan puluhan pembunuhan yang terjadi selama lebih dari satu dekade di kawasan Moskow.
Baca juga: Kisah Albert DeSalvo Serial Killer yang Mengaku sebagai Boston Strangler
Awal Kehidupan Alexander Pichushkin
Berdasarkan laman Biography, Alexander Yuryevich Pichushkin lahir pada 9 April 1974 di Mytishchi, wilayah pinggiran Moskow, Rusia.
Masa kecilnya disebut tidak berjalan mudah. Ia pernah mengalami cedera kepala saat masih kecil dan sempat menjalani pendidikan di lembaga khusus.
Dalam perjalanan hidupnya, Pichushkin disebut mulai menunjukkan kecenderungan berbahaya sejak usia muda.
Kasus kematian pertama yang dikaitkan dengannya terjadi saat ia masih remaja, meski kala itu peristiwa tersebut dinyatakan sebagai bunuh diri.
Aksi Kejahatan di Taman Bittsevsky
Melansir laman Biography, aksi kriminal Pichushkin mulai terungkap pada awal 2000-an. Ia kerap menjadikan kawasan Taman Bittsevsky di Moskow sebagai lokasi menjalankan aksinya.
Korban yang disasarnya umumnya merupakan orang lanjut usia atau mereka yang hidup dalam kondisi sulit.
Modus yang digunakan adalah mendekati korban, mengajak berbincang, lalu membawa mereka ke area taman yang sepi.
Kasus-kasus kehilangan orang di sekitar lokasi itu pun mulai memicu keresahan publik. Media Rusia saat itu bahkan menjulukinya sebagai “Maniak Bittsevsky”.
Julukan “Pembunuh Papan Catur”
Baca juga: Kasus Kematian Yuki Adachi, Bocah Asal Jepang yang Tersangkanya Ayah Kandungnya Sendiri
Hal yang membuat kasus ini semakin mengejutkan adalah temuan polisi setelah penangkapannya. Berdasarkan laman Biography, aparat menemukan papan catur dengan hampir seluruh kotaknya telah diberi tanda tanggal.
Diduga, Pichushkin memiliki obsesi untuk mengisi seluruh 64 kotak papan catur dengan jumlah korban.
Dalam pengakuannya, ia bahkan mengklaim jumlah korbannya lebih banyak dibanding dakwaan resmi yang dibacakan di pengadilan.
Ditangkap dan Divonis Seumur Hidup
Pichushkin akhirnya ditangkap pada Juni 2006 setelah pembunuhan terhadap seorang rekan kerjanya membuka jejak yang mengarah langsung kepadanya.
Melansir laman Biography, pengadilan Rusia kemudian menyatakan dirinya bersalah atas 48 kasus pembunuhan dan tiga percobaan pembunuhan.
Pada 2007, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Bahkan pada April 2025, Pichushkin dilaporkan kembali menyatakan keinginan untuk mengakui 11 pembunuhan tambahan.
Baca juga: Charles Manson dan Teori Chaos: Otak Pembunuhan dan Ideologi Perang Ras dari Helter Skelter
Kasus yang Mengguncang Rusia
Kasus Alexander Pichushkin menjadi salah satu kriminal paling menggemparkan dalam sejarah Rusia modern.
Berdasarkan laman Biography, skala kejahatan yang dilakukannya sempat memicu kembali perdebatan publik mengenai hukuman mati di Rusia.
Hingga kini, nama Alexander Pichushkin masih dikenang sebagai salah satu pelaku kejahatan paling terkenal dalam catatan kriminal negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Biography