Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 19:50 WIB

5 Fakta Kasus Pembunuhan Siswa SMP di Kampung Gajah: Dari Live Tiktok hingga Trik dan Motif Pelaku

Author

Ilustrasi penemuan jasad dan kasus pembunuhan (Freepik)

INDOZONE.ID - Sesosok jasad siswa SMP ditemukan di kawasan wisata terbengkalai Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dan menjadi perbincangan publik.

Penemuan sendiri berkat adanya konten kreator yang tengah membuat live Tiktok bersama temannya di kawasan tersebut. Tak menyangkan, di malam Jumat ke-13 yang sering disebut hari sial tersebut, mereka menemukan sosok jasad tersebut.

Bermula dari live tiktok (13 Februari 2026)

Sukanang Apriansah, eorang konten kreator bersama timnya menemukan jasad pelajar SMP saat live TikTok membuat konten horor, seperti yang idungkap di akun Instagram detectives_id
      
Insiden ini terjadi pada Jumat malam, 13 Februari 2026, dan kini viral di media sosial. Jasad ditemukan sekitar pukul 20.45 WIB, setelah konten kreator mencium bau menyengat dan kemudian mengantar mereka ke sumber.

Baca juga: Kisah Percobaan Pembunuhan Karena Kena Spoiler Ending Buku: Terjadi Antara Ilmuwan Rusia di Antartika

Siswa SMP yang sempat dilaporkan hilang (10 Februari 2026)

Polisi mengindentifikasi jasad. Korban berinisial ZAA, pelajar kelas VII SMP dari Kota Bandung, ditemukan dengan luka tusuk di perut dan kondisi membusuk, mengindikasikan dugaan pembunuhan.

ZAAQ sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Selasa (10/2/2026) lalu. Sosoknya masih terlihat hari Senin pulang bersam teman-temannya, tapi sosoknya tak sempat samai di rumah. Keluarga baru mengetahui dari kabar ramai yang beredar.

Saat ditemukan, terdapat ciri-ciri kuat yang merujuk pada identitas korban, termasuk seragam sekolah di dalam tasnya. Jenazah kini telah dievakuasi ke RS Sartika Asih untuk proses autopsi.

Polisi menangkap pelaku (14 Februari 2026)

Aparat menangkap dua remaja yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Adalah YA (16) dan AP (17) di kediamannya di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.  Keduanya merupakan anak SMK.

Penangkapan dilakukan Unit Resmob Satreskrim setelah keduanya sempat melarikan diri ke Tasikmalaya. Salah satu tersangka tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Sangsi berat bakal membayangi keduanya.

Baca juga: 14 Pembunuhan Berantai Zodiak Sagitarius: Si Ambisius yang Fokus ke Arah Mengerikan

Pelaku menggunakan ponsel korban: Kirim pesan 'Aku Diculik'

Polisi menyebutkan bila si pelaku menggunakan ponsel korban dan mengirim pesan ke keluarga dan temannya yang lain. Isi pesan itu menandakan kalau korban diculik.

Aksi ini disebut sebagai langkah untuk mereka terhindar dna tidak dicurigai polisi.

Motif pelaku: Diputuskan pertemanan

Sebelumnya, korban dan pelaku disebut memiliki hubungan dekat seperti kakak dan adik. Motif sakit hati terungkap dalam kasus ini. Polres Cimahi menyebut pelaku utama, YA (16), nekat melakukan aksi tersebut setelah korban memutus hubungan pertemanan mereka.

Kapolres Cimahi, Niko N Adi Putra, mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka sudah memiliki niat saat menyusul korban ke Bandung. YA diketahui datang bersama AP (17) yang kini turut diamankan. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif untuk melengkapi berkas perkara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU