INDOZONE.ID - Henry Howard Holmes, yang lahir dengan nama Herman Webster Mudgett, dikenal sebagai salah satu serial killer pertama di Amerika. Ia terkenal karena rumahnya yang terkenal dengan sebutan “The Castle” yang terletak di Chicago.
Kastil ini memiliki lorong-lorong tersembunyi dan ruangan-ruangan yang sengaja dirancang untuk penyiksaan dan pembunuhan.
Keunikan dan kengerian rumah ini menginspirasi game The Devil in Me, yang mengangkat plot dan latar belakang rumah Henry Howard Holmes. Dalam game tersebut, rumahnya digambarkan sebagai bangunan penuh jebakan mematikan.
"The Castle" ini memiliki lantai atas yang berisi berbagai kamar penyiksaan rumit, sementara di ruang bawah tanah, Henry membedah dan mengupas daging korban menggunakan asam yang kuat sebelum membakar mayat korban di krematorium yang disamarkan sebagai tungku minyak.
Setahun setelah kastil selesai dibangun, World’s Fair dibuka di Chicago. Henry, yang lahir di Gilmanton, New Hampshire, memanfaatkan lonjakan jumlah turis dengan mengiklankan penginapan dan lowongan pekerjaan sebagai jebakan untuk menarik korban ke kastilnya.
Ramainya pengunjung dari luar kota memberinya pasokan korban yang stabil. Setelah pameran selesai, Henry bersama rekan dekatnya, Benjamin Pitezel, meninggalkan Chicago untuk melakukan penipuan asuransi di berbagai wilayah.
Baca juga: Strategi Sun Yat-sen Menggulingkan Kekaisaran Tiongkok: Dari Anti-Manchu ke Tiga Prinsip Rakyat
Henry tidak didakwa karena kasus kastilnya, melainkan karena motif finansial yang berujung pada penghilangan nyawa demi klaim asuransi.
Pada 1894, ia ditangkap karena mencoba menipu sebuah apotek di St. Louis. Saat di penjara, ia bertemu dengan kriminal lain, Marion Hedgepeth, dan mereka merencanakan penipuan asuransi dengan memalsukan kematian Benjamin Pitezel, teman dekat Henry sendiri.
Namun, Henry memutuskan bahwa lebih mudah untuk membunuh Benjamin dan keluarganya, sekaligus menyingkirkan rekannya.
Baca juga: Weton Wage: Tetap Tersenyum Meski Terluka dan Doanya Mampu Getarkan Langit
Keputusan ini menghasilkan pembayaran asuransi jiwa senilai $10.000. Ketika Marion Hedgepeth mengetahui kematian Pitezel, ia marah dan melaporkan Henry kepada pihak berwenang, memaksa Henry melarikan diri.
Pada November 1894, Henry akhirnya ditangkap oleh Pinkerton Detective Agency di Boston, Massachusetts. Ia didakwa dengan Konspirasi untuk Menipu dan Menyelewengkan Fidelity Mutual Life Insurance Company, dan dikirim ke Moyamensing Prison di Philadelphia.
Saat penangkapannya dan penemuan kastilnya, media memberi julukan Arch Fiend, The Devil Incarnate, Monster of 63rd Street, dan The Torture Doctor.
Baca juga: Payung, Penemuan Jenius Perajin Tiongkok Kuno, Ketika Eropa Masih Percaya Hujan Kutukan Dewa
Henry juga dikenal sebagai Bluebeard karena kebiasaannya memikat dan memanfaatkan banyak wanita, baik pacar, selingkuhan, maupun orang asing yang sebagian besar kemudian ia bunuh demi klaim asuransi.
Pada tahun 1895, Henry diadili dan dihukum atas pembunuhan Benjamin Pitezel, termasuk tiga anak Benjamin. Selama persidangan, Henry secara resmi mengaku telah melakukan 27 pembunuhan, namun kepada pengacaranya ia mengaku sebenarnya telah membunuh 133 orang.
Klaim tersebut dianggap kredibel setelah polisi Chicago menemukan lebih dari 100 mayat yang tersebar di seluruh Murder Castle alias "The Castle" rumah Henry itu sendiri.
Baca juga: Disintergrasi India: Perjalanan Panjang Konflik Sejak Prakemerdekaan, Hingga Kelahiran Bangladesh
Henry akhirnya dieksekusi dengan digantung di Moyamensing Prison pada 7 Mei 1896. Dalam wasiatnya, ia meminta petinya diisi semen dan dikubur dengan tambahan dua kaki semen, sebagai upaya untuk mencegah tubuhnya dibongkar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica, Ebsco.com, Digitalcommons.csp.edu