Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 16:35 WIB

Misteri Pembunuhan Teresa Halbach di Malam Halloween: Polemik yang Dipicu Dokumenter Netflix

Author

Teresa Halbach (wietingfuneralhome.com). 

INDOZONE.ID - Teresa Halbach hanya seorang wanita asal Calumet County Wisconsin biasa. Namun, kisah kematiannya menyisakan misteri berkepanjangan. 

Perempuan kelahiran 22 Maret 1980 itu merupakan sarjana fotografi lulusan Universitas Wisconsin-Green Bay di tahun 2002.

Teresa bekerja sebagai fotografer freelance di sebuah majalah otomotif bernama Auto Trader. 

Dia biasa mengambil foto dari kendaraan yang akan dijual di majalah tersebut. 

Akan tetapi, siapa sangka kalau pekerjaan paruh waktunya ini malah menuntunnya menuju kematian.

Baca juga: Kisah Monster Andes yang Menghilang: Pembunuh 300 Anak yang Mengadakan “Pesta Teh” dengan Mayat Korbannya

Pada tanggal 31 Oktober 2005 atau yang biasa diperingati sebagai Hari Halloween di AS, Teresa dikabarkan menghilang. 

Selama beberapa hari, keluarga dan teman-temannya melakukan pencarian. Sebanyak 120 orang dikerahkan dalam upaya pencarian tersebut.

Usaha mereka membuahkan hasil usai mobil Toyota RAV4 milik Teresa ditemukan di halaman rumah seorang pria bernama Steven Avery. 

Aparat kepolisian pun dikerahkan untuk melakukan investigasi. Mereka menemukan jenazah Teresa dalam kondisi hangus terbakar.

Temuan ini didapatkan di mobil trailer milik Steven. Di sana juga ditemukan kunci mobil milik Teresa dan sebutir peluru yang terindikasi digunakan untuk menembak mati Teresa. 

Baca juga: Fakta-fakta Pencurian di Museum Louvre Prancis, Pencuri Gondol Mahkota Napoleon dalam Waktu 7 Menit di Siang Hari

Hasil forensik membuktikan jejak DNA Teresa pada peluru tersebut.

Steven tidak melakukan aksi kejinya itu sendirian, Ia mengajak keponakannya yang bernama Brendan Dassey. 

Saat itu, Brendan masih berusia 16 tahun. Saat dimintai keterangan oleh Polisi, kedua pelaku mengaku sempat melecehkan Teresa sebelum menghabisi nyawanya.

Proses persidangan berjalan panjang. Di tahun 2007, Steven dan Brendan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. 

Akan tetapi, ceritanya belum selesai sampai sini. Kasus Teresa ini diangkat ke dalam sebuah serial dokumenter yang dirilis di Netflix dengan judul "Making a Murderer" pada tahun 2015. 

Baca juga: Misteri Penemuan Jasad Influencer Korea Selatan dalam Koper, Pelaku Diduga Penggemar VIP

Serial ini terungkap, Steven rupanya merupakan pelaku salah tangkap atas dugaan pembunuhan berencana dan pelecehan seksual terhadap seorang wanita bernama Penny Beernsten. 

Akibatnya, Steven harus mendekam di penjara selama 18 tahun. 

Di serial yang sama, ada spekulasi bahwa Steven juga merupakan pelaku salah tangkap di kasus Teresa.

Beberapa orang yang diduga sebagai pelaku pembunuh Teresa sebenarnya, mulai dari mantan pacarnya Teresa yang bernama Ryan Hillegas. 

Ia diduga bersekongkol dengan adiknya Teresa sendiri yang bernama Michael Halbach. 

Menurut serial ini, Ryan dan Michael beberapa kali tertangkap kamera bergelagat "aneh" saat dimintai keterangan oleh Polisi.

Baca juga: Tragedi Lion Air JT-610 Genap 7 Tahun, Begini Kronologi Lengkap dan Fakta di Baliknya

Terduga pelaku lainnya adalah keponakan Steven yang lainnya, yaitu Bobby Dassey. 

Ia dibantu oleh Ayah Tirinya yang bernama Scott Tadych dalam menjalankan aksi kriminalnya. 

Tak hanya itu, Bobby dan Scott juga diduga mengatur semua letak barang bukti agar seolah-olah itu semua perbuatan Steven dan Brendan.

Berkat series Netflix ini, publik sempat terbagi dua, antara pro dan kontra. 

Meski begitu, nasi telah menjadi bubur, Steven dan Brendan tetap mendekam di penjara sampai detik ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Allthatsinteresting.com, BBC

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU