Pesawat Lion Air (Instagram/lionairgroup)
INDOZONE.ID – Tujuh tahun lalu, pada Senin, 29 Oktober 2018, pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta – Pangkal Pinang, jatuh di perairan utara pulau Jawa.
Peristiwa tersebut menjadi sejarah kelam penerbangan Indonesia, lantaran pesawat PK-LQP yang mengalami kecelakaan adalah armada Boeing 737 MAX 8 yang tergolong baru beroperasi selama kurang dari tiga bulan.
Menteri Perhubungan mengungkapkan bahwa Boeing 737 MAX 8 menelan korban jiwa sebanyak 189 orang, yang terdiri dari 181 penumpang dan 8 awak.
Baca juga: Daftar 5 Kecelakaan Pesawat Terparah Sepanjang Sejarah
Mulanya, pesawat mengudara dari Jakarta pukul 06:20 WIB. Pesawat yang dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino ini mencapai ketinggian maksimum 5.000 kaki (1.500 m), kemudian naik turun beberapa kali.
Usai 13 menit, pesawat jatuh di titik koordinat S 5'49.052" E 107' 06.628" (sekitar Karawang). Data terakhir pesawat menunjukkan ketinggian 3,650 kaki (1,113 m) dengan kecepatan 345 knot (639 km/h).
Bedasarkan pernyataan tim SAR Pangkal Pinang, pilot sempat meminta izin untuk terbang kembali ke Jakarta, tetapi permintaan itu tidak sempat terealisasi.
Hal tersebut juga diamini Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Sindu Rahayu.
"Pesawat itu telah meminta izin untuk kembali ke pangkalan (return to base) sebelum akhirnya hilang dari radar," ungkapnya.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa pesawat Lion Air JT 610 telah hilang kontak dan jatuh di perairan Laut Jawa, tepatnya di utara Kota Bekasi, Jawa Barat.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Pesawat Jatuh Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik atau Buruk?
Basarnas, dibantu Angkatan Udara Republik Indonesia, mengerahkan sekitar 150 orang menggunakan kapal dan helikopter untuk melakukan operasi pencarian.
TNI ikut serta dalam pencarian, menyumbang lima kapal perang dan tim penyelam khusus dari TNI AL. Tak hanya itu, Polri melalui Polisi Air juga mengerahkan tiga unit kapal guna membantu proses pencarian.
Lokasi awal pencarian adalah sekitar Tanjung Pakis yang diduga tempat jauhnya pesawat Lion Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia