Museum Louvre dibobol pencuri di siang hari (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
INDOZONE.ID - Museum Louvre di Paris, Prancis yang paling banyak dikunjungi di dunia dibobol pencuri di Minggu siang yang cerah. Para pencuri membawa kabur beberapa perhiasan, termasuk mahkota Napoleon yang tak ternilai harganya.
Museum di Paris, yang koleksi besarnya termasuk Mona Lisa, ditutup untuk hari kedua pada hari Senin dalam ranbgka penyelidikan polisi untuk memburu para tersangka perampokan.
Mengutip The Guardian, ada beberapa fakta menarik bagaimana sang pencuri masuk serta apa saja yang digodonol oleh pencuri. Berikut ini fakta-fakta yang disusun Indozone.
Cara masuk para pencuri di museum Louvre (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Berdasarkan laporan media setempat, empat pencuri diduga berhenti di luar museum, di sekitar sepanjang Sungai Seine.
Sekitar pukul 09.30, setengah jam setelah pengunjung mulai masuk melalui bagian depan museum, para perampok bersiap masuk dari arah selatan gedung dan menggunakan tangga yang dapat diperpanjang yang dipasang di kendaraan untuk mencapai jendela balkon lantai dua.
Dua pencuri membobol jendela menggunakan gerinda sudut dan peralatan listrik lainnya, dan berhasil masuk ke galeri Apollo di museum.
Galeri Apollo, rumah bagi koleksi permata mahkota bersejarah Prancis, dibangun pada tahun 1661 oleh Louis XIV. Barang-barang yang menjadi incaran para pencuri terletak di tengah galeri.
Para lalu memecahkan kaca pajangan dan mengambil perhiasan dari galeri Apollo tersebut.
Salah satu tiara yang dicuri di Museum Luovre (REUTERS)
Para pejabat setempat mengatakan ada delapan buah benda dicuri. Salah satunya kalung dan sepasang anting-anting yang awalnya diberikan oleh Napoleon I kepada istri keduanya, Permaisuri Marie-Louise.
Baca juga: Baju Besi Abad 16 Masehi Kembali ke Museum Louvre Prancis, Sebelumnya Hilang Dicuri
Selain itu ada sebuah tiara atau mahkota kecil, bros, dan pita hias milik istri ketiga Napoleon III, Permaisuri Eugénie. Diadem tersebut dihiasi hampir 2.000 berlian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, Reuters