INDOZONE.ID - Misteri The Great Silence menjadi salah satu pertanyaan terbesar dalam dunia sains modern, terutama ketika manusia mencoba memahami apakah kita sendirian di alam semesta?
Di tengah luasnya kosmos yang dipenuhi miliaran bintang dan planet, muncul satu pertanyaan sederhana namun menarik, jika kehidupan begitu mungkin terjadi, di mana semua makhluk lain?
Pertanyaan ini pertama kali dipopulerkan oleh Enrico Fermi pada tahun 1950, yang kemudian dikenal sebagai Paradoks Fermi.
Baca juga: Mengenal Tetangga Bima Sakti, Ini 7 Deretan Galaksi Terdekat dari Bumi
Berdasarkan laman Space, Jumat (10/04/2026) paradoks ini menyoroti kontradiksi antara besarnya kemungkinan adanya kehidupan cerdas di luar Bumi dengan fakta bahwa manusia belum menemukan bukti apa pun.
Galaksi Bima Sakti sendiri diperkirakan memiliki ratusan miliar bintang, dan banyak di antaranya memiliki planet yang berpotensi layak huni.
Secara logika, jika hanya sebagian kecil saja yang mendukung kehidupan, seharusnya ada banyak peradaban yang bisa dideteksi.
Namun hingga kini, alam semesta tetap “sunyi”.
Konsep The Great Silence merujuk pada kondisi di mana tidak ada tanda-tanda keberadaan peradaban luar angkasa.
Mengutip Space, keheningan ini menjadi inti dari Paradoks Fermi, sebuah misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang.
Baca juga: "Bumi Super" di Ujung Galaksi: Planet Mirip Bumi yang Disebut Berpotensi Menampung Kehidupan
Padahal, secara teori, peradaban maju dengan teknologi sederhana sekalipun seharusnya mampu menjelajahi galaksi dalam waktu yang relatif singkat dibanding usia alam semesta.
Untuk menjawab misteri ini, para ilmuwan mengajukan berbagai teori.
Baca juga: Penampakan Tiga Galaksi Bertabrakan, Kata Nasa Bukan Kejadian Langka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space