Kisah Mencekam Dust Bowl di Amerika (Facts.net)
INDOZONE.ID - Pada tahun 1930-an, Amerika Serikat mengalami salah satu bencana lingkungan paling parah dalam sejarah yaitu Dust Bowl.
Bayangkan angin kencang membawa debu tebal yang menyelimuti kota dan desa, membuat siang terasa seperti malam.
Tanah pertanian berubah menjadi gurun, petani kehilangan mata pencaharian, dan banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Dust Bowl adalah peristiwa badai debu besar yang melanda wilayah Great Plains di Amerika, terutama di negara bagian seperti Oklahoma, Texas, Barat Daya Kansas, Timur Laut New Mexico dan Colorado.
Bencana ini terjadi karena kombinasi antara kekeringan panjang dan praktik pertanian yang kurang tepat. Tanah yang dulunya subur menjadi kering dan rapuh, sehingga mudah terbawa angin.
Baca Juga: Kisah Mengerikan Pasangan Kanibal Rusia, Diduga Makan 30 Korban dalam 2 Dekade
ilustrasi Dust Bowl (Facts.net)
Masalah ini tidak hanya terjadi karena kekeringan, tetapi juga karena kesalahan dalam cara bertani. Para petani di awal abad ke-20 menebang banyak rumput alami yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah.
Mereka menggantinya dengan tanaman gandum dalam jumlah besar tanpa memperhatikan dampaknya pada tanah. Saat hujan mulai jarang turun, tanah tidak lagi memiliki perlindungan.
Angin yang bertiup kencang pun dengan mudah menerbangkan lapisan atas tanah, menciptakan badai debu besar yang berlangsung dari tahun 1930 hingga 1936.
Bencana ini menghancurkan kehidupan banyak orang. Ribuan petani kehilangan hasil panen mereka karena tanah yang tidak lagi bisa ditanami. Kota-kota kecil tertutup debu, membuat udara sulit untuk dihirup.
Baca Juga: Pakar Mengupas Tuntas Wujud Iblis dan Neraka, Benarkah Keduanya Nyata?
Banyak orang mengalami gangguan pernapasan akibat terlalu sering menghirup debu. Selain itu, jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan bermigrasi ke daerah lain, terutama ke California.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium.com