Ilmuwan ubah tikus jadi mamut berbulu
INDOZONE.ID - Para ilmuwan di Colossal Laboratories and Biosciences, sebuah perusahaan yang berpusat di Dallas, tampaknya ingin mengembalikan keberadaan mamut berbulu yang kini telah punah sejak 10.000 tahun lalu.
Mamut berbulu merupakan spesies mamut yang ditutupi rambut tebal dengan bentuk tubuh menyerupai gajah Afrika.
Fosil mamut berbulu ditemukan di Irlandia hingga daerah pesisir Amerika Utara, dan di Siberia. Spesies mamut dicatat muncul di zaman es di Eurasia pada 150.000 tahun lalu
Saat ini, mamut berbulu hanya dapat dilihat sebagai kerangka di Südostbayerisches Naturkunde- und Mammut-Museum, Siegsdorf.
Spesies mamut berbulu yang telah punah sejak ribuan tahun lalu
Baca Juga: Ilmuwan Berusaha Untuk Hidupkan Kembali Harimau Tasmania yang Sudah Punah
Para ilmuwan di Colossal Laboratories and Biosciences telah merekayasa genetika seekor "tikus berbulu" yang genomnya diedit untuk memberinya beberapa sifat yang sama seperti mamut.
Ini bukanlah tikus besar bertaring, tetapi makhluk kecil yang mewarisi bulu panjang dan tebal serta bantalan lemak ekstra seperti mamut, untuk membuatnya bertahan hidup dalam cuaca dingin.
Nantinya, Colossal berencana untuk merekayasa genetika gajah Asia , kerabat terdekat mamut berbulu, untuk menciptakan hewan yang sedekat mungkin dengan mamut.
Ilmuwan ubah tikus jadi mamut berbulu
Dimulai dengan menganalisis 59 genom mamut yang hidup sekitar 3.500 hingga 1,2 juta tahun lalu , bersama dengan genom gajah modern.
Menyatukan kembali genom spesies yang telah punah tidak semudah yang dibayangkan dalam film Jurassic Park. DNA purba sering kali terfragmentasi, karena materi genetik mengalami degradasi dalam rentang waktu yang sangat lama, meskipun mamut memiliki keuntungan karena iklim dingin lebih efektif mengawetkan DNA daripada iklim panas dan lembab.
Kepala ilmuwan Colossal, Beth Shapiro, memimpin tim peneliti yang akhirnya menghidupkan tikus berbulu mamut tersebut.
Sebelumnya, ia menulis sebuah studi tentang teknologi yang mungkin dapat menyelamatkan spesies yang terancam punah dan mungkin juga menghidupkan kembali spesies yang telah punah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: British Ecological Society