5 Arti Mimpi Mantan Gebetan dalam Primbon Jawa (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu mimpiin mantan gebetan? Rasanya pasti bikin campur aduk, antara kangen, heran, sampai kepikiran terus. Padahal, statusnya aja dulu belum jadian, tapi kok bisa ya muncul di mimpi?
Menurut primbon Jawa, mimpi bukan sekadar kejadian acak waktu tidur. Ada makna tersendiri yang dipercaya bisa jadi pertanda, baik untuk urusan hati, rezeki, sampai kehidupan sehari-hari.
ilustrasi Mimpi Mantan Gebetan (Freepik)
Kalau kamu mimpiin mantan gebetan, bisa jadi ada sesuatu yang belum kelar antara kamu dan dia. Entah itu ucapan yang nggak sempat keluar, atau kesalahpahaman yang dulu nggak pernah dijelasin.
Mimpi ini sering jadi cerminan hati kamu sendiri yang masih gelisah sama masa lalu. Alam bawah sadar seolah ngingetin supaya kamu berdamai, biar langkah ke depan lebih ringan.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Nenek Meninggal Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?
Nggak semua mimpi tentang mantan gebetan berarti buruk. Dalam primbon Jawa, justru ada tafsir kalau mimpi ini bisa jadi tanda kabar baik bakal datang.
Kabar baik ini nggak harus soal asmara atau dia lagi. Bisa aja rezeki yang nggak disangka, sukses di kerjaan, atau kebahagiaan lain yang bikin hati kamu lega.
ilustrasi Mimpi Mantan Gebetan (Freepik)
Orang Jawa dulu percaya, bajwa mimpi itu bisa jadi sinyal batin. Jadi, kalau kamu mimpiin mantan gebetan, bisa jadi dia lagi kepikiran kamu di dunia nyata.
Katanya, energi rindu itu bisa nyebrang ruang dan waktu. Nah, mungkin karena itulah sosoknya tiba-tiba hadir lagi dalam mimpi kamu.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Gorila Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik atau Buruk?
Kadang arti mimpi nggak serumit itu. Bisa jadi sebenarnya kamu sendiri yang masih rindu sama suasana atau kenangan waktu sama dia.
Alam bawah sadar cuma lagi nyampein rasa itu lewat mimpi. Jadi, nggak heran kalau mantan gebetan bisa tiba-tiba muncul di tidur kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primbon Jawa