Unik, Ribuan Warga Ikuti Tradisi Padusan dengan Memakai Kostum Jadul di Umbul Tlatar Boyolali
INDOZONE.ID - Ribuan orang memadati obyek wisata umbul Tlatar, yang berada di Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali Kota, Boyolali, pada Jumat (28/2/2025). Mereka sudah berdatangan sejak Jumat siang ke pelataran depan Umbul Tlatar, Boyolali.
Di samping Umbul Tlatar, panggung berukuran sekitar 10 meter x 12 meter berdiri tegak menghadap ke barat dengan peralatan musik dan sound system yang sudah disiapkan oleh panitia.
Jam 13.00 WIB, pembawa acara mengajak pengunjung untuk membuka tradisi padusan di umbul Tlatar, Boyolali. Para pengunjung bersuka cita memulai mandi bersama di umbul serta mendengarkan musik dan bernyanyi bersama diiringi musik jadul Lorenza yang lagi viral di media sosial.
Ratusan pengunjung juga sudah bersiap di depan panggung untuk menyaksikan penampilan artis-artis dangdut jadul lorenza dari Sukoharjo.
Baca Juga: Tradisi Unik China: Suami Gendong Istri Hamil di Atas Bara Api demi Persalinan Lancar
Uniknya, tidak hanya para penyanyinya saja yang memakai kostum jadul, para pengunjung juga ikut memakai pakaian serba jadul (jaman dulu) seperti pakaian safari jadul, kostum lengan panjang dengan memakai dasi dan celana cutbray, tak lupa juga dengan topi dan kacamata khas pakaian di era 70-an hingga 80-an serta membawa tape radio jaman dulu.
Sejumlah lagu jadul dinyanyikan oleh para artis Lorenza seperti lagu “Singkong dan Keju”, “Antara Aku Kau dan Dia”, “Wakuncar”, hingga lagu “Tambal Ban” yang viral di media sosial.
Meski di tengah guyuran hujan deras lebih dari satu jam, para pengunjung tidak beranjak dari depan panggung untuk tetap ikut bernyanyi dan berjoget bersama artis-artis dangdut jadul Lorenza.
Bupati Boyolali Agus Irawan juga menyempatkan datang ke Umbul Tlatar di saat hujan deras melanda bersama sejumlah jajarannya. Bahkan ia tak segan-segan untuk berjoget bersama di atas panggung bersama artis dan para pengunjung lainnya.
Saat ditemui Z Creators usai acara, Bupati Boyolali Agus Irawan berharap dengan adanya acara ini dapat mengembangkan tempat-tempat wisata dan UMKM di Boyolali.
"Terkait dua hari padusan jelang puasa Ramadhan di Boyolali ini, harapannya nanti di Boyolali akan tumbuh lagi tempat-tempat wisatanya, dan kita inginkan UMKM bisa tumbuh dan berkembang lagi,” ujar Agus Irawan kepada Z Creator, Jumat (28/2/2025).
"Jadi nanti semuanya perekonomian di Boyolali yang dari tingkat UMKM bisa berjalan, kita inginkan seperti itu. Maka kita datangkan musik dangdut jadul Lorenza yang peminatnya luar biasa. Alhamdulilah meskipun hujan masih tetap ramai sekali,” sambungnya.
Baca Juga: Damar Malam, Tradisi Meriahkan Bulan Ramadhan di Kabupaten Fakfak Papua
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Boyolali, Budi Prasetyaningsih mengatakan, untuk target pengunjung yang datang padusan ke Umbul Pengging dan Umbul Tlatar ini sebanyak 20 ribu pengunjung.
"Untuk umbul di Pengging itu cukup bagus pengunjungnya hingga saat ini, namun di umbul Tlatar ini sempat menurun pengunjungnya. Maka kita mendatangkan orkes dangdut jadul Lorenza yang lagi viral di media sosial, bahkan pengunjung yang datang dari berbagai daerah di luar Boyolali,” ujar Budi Prasetyaningsih.
Dia berharap, dengan kegiatan seperti ini pariwisata di Boyolali semakin maju dan banyak pengunjung yang berwisata ke tempat ini, sesuai dengan jargonnya “Ayo Dolan Boyolali, Boyolali Ngangeni dan Boyolali Selalu di Hati.”
"Padusan di Boyolali seperti ini sangat ditunggu ya menjelang puasa Ramadhan, apalagi saat ini ada dangdut jadul Lorenza yang saat ini lagi viral-viralnya ini di media sosial, persiapannya ya saya memakai kostum jadul punya bapak saya dan membawa radio jadul,” ujar salah satu pengunjung asal Karanganyar, Masboy.
Padusan bagi masyarakat Jawa merupakan salah satu tradisi bersih diri sebelum datangnya dan menyambut bulan suci Ramadhan di setiap tahun.
Bahkan, padusan tersebut sudah dimulai sejak Raja Keraton Surakarta Pakubuwono ke Sepuluh tahun 1893 hingga tahun 1939. Harapannya tentu bisa menyambut bulan suci dengan hati dan tubuh yang bersih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung