Minggu, 17 NOVEMBER 2024 • 14:05 WIB

Suara Burung Kedasih sebagai Pertanda Kematian: Apa Benar?

Author

Burung kedasih dianggap membawa ketidakberuntungan.

INDOZONE.ID - Burung kedasih atau masyarakat Jawa sering menyebutnya burung emprit gantil, kerap dikaitkan dengan hal-hal buruk. 

Burung ini sering ditemukan di lingkungan pedesaan, lebih tepatnya di hutan yang terbuka.

Burung ini sering dijuluki sebagai burung yang licik. Mengapa demikian? Sebab, burung ini kerap meninggalkan telurnya di sarang burung lain yang lebih kecil, seperti burung prenjak. 

Telur-telur tersebut akan dierami dan dirawat hingga besar oleh burung prenjak. Telur yang sudah tumbuh, biasanya akan membuang telur-telur burung prenjak. 

Di berbagai pedesaan, terutama dengan kepercayaan Kejawen yang masih kuat, dipercayai burung emprit gantil adalah pertanda kematian hingga membawa malapetaka. 

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Ritual, Nyadran Simbol Jadi Kekuatan Kebersamaan Masyarakat Jawa

Pertanda Musibah

Masyarakat Jawa percaya, apabila burung ini datang dan berkicau di atas rumah, pertanda akan terjadi musibah pada keluarga tersebut. 

Burung emprit gantil memiliki suara kicauan yang panjang, seperti wanita sedang tertawa kencang dan menarik. 

Kicauan burung emprit gantil akan makin panjang apabila tidak diusir. Masyarakat Jawa percaya, makin panjang suara burung burung emprit gantil, keluarga yang mendengarkannya akan tertimpa masalah dan musibah. 

Biasanya, burung burung emprit gantil ini akan datang pada malam hari. Menurut masyarakat Jawa, semua hal buruk akan datang pada saat malam hari. 

Pasalnya, pada malam hari, manusia dalam keadaan lengah dan mudah untuk diserang. Biasanya, cara untuk terhindar dari musibah tersebut dengan mengusir burung kedasih yang sedang berkicau, lalu berdoa kepada Tuhan. 

Selain itu, masyarakat Jawa pada zaman dahulu, berdoa dengan menggunakan sebuah tembang macapat, yaitu Dhandanggula yang berisi tentang doa penolak bala dari kesialan dan malapetaka. 


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Triani Vera (2019). Emprit Gantil. Skripsian Institusi Seni

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU