Jumat, 17 JULI 2026 • 14:40 WIB

Di Balik RIntangan Odysseus di The Odyssey untuk Kembali Pulang: Ada Kutukan Dewa Poseidon?

Author

Ilustrasi kisah Odysseus di The Odyssey (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Kalau kamu tengah gandrung dengan film terbaru dari Christopher Nolan berjudul 'The Oddysey, mungkin kalian akan diperlihatkan kisah karakter utama Odysseus, seorang raja yang melakukan perjalanan panjang untuk bisa pulang ke kerajaan untuk bertemu anak dan istri setelah 20 tahun mengembara.

Kisah itu merupakan sebuah karya sastra Yunani Kuno yang dikenal dengan judul serupa dari seorang penyair Homer. 

The Odyssey bukan sekadar kisah petualangan. Epos ini juga membahas tema-tema mendalam seperti kerinduan akan rumah, kesetiaan, identitas, kecerdikan, ketahanan hidup, serta pentingnya menghormati tamu dan menjaga kehormatan keluarga.

Awal Kisah

Cerita tidak dimulai saat Odysseus meninggalkan Troya, melainkan ketika ia masih terjebak di pulau Ogygia, tempat ia ditahan oleh nimfa Calypso selama tujuh tahun. Di saat yang sama, di kerajaan Ithaka, istananya telah dikuasai oleh para bangsawan yang melamar Penelope. 

Baca juga: Jejak Odysseus dalam Prasasti Kuno, Legenda atau Fakta Sejarah?

Mereka menghabiskan harta kerajaan dan mendesak Penelope agar menikah lagi karena menganggap Odysseus telah meninggal.

Ilustrasi kisah Odysseus di The Odyssey (Gemini AI)

Sementara itu, Telemachus yang telah beranjak dewasa mulai mencari kabar ayahnya. Dengan bantuan dewi Athena, ia belajar menjadi pemimpin dan berusaha mempertahankan kehormatan keluarganya.

Tokoh-Tokoh Penting

  • Odysseus adalah tokoh utama yang terkenal karena kecerdikan, keberanian, dan kemampuannya bertahan hidup.
  • Penelope merupakan istri Odysseus yang tetap setia selama dua puluh tahun meskipun terus ditekan oleh para pelamar.
  • Telemachus adalah putra mereka yang tumbuh dari pemuda ragu-ragu menjadi pewaris kerajaan yang berani.
  • Athena menjadi pelindung Odysseus dan Telemachus, sedangkan Poseidon menjadi musuh utamanya karena Odysseus membutakan putra Poseidon, yaitu raksasa Cyclops bernama Polyphemus.

Baca juga: Cyclops, Makhluk Mitologi Yunani Bertubuh Raksasa dan Bermata Satu

Awal Perjalanan Pulang

Setelah meninggalkan Troya, Odysseus dan pasukannya menyerang bangsa Cicones. Mereka sempat menang, tetapi terlalu lama tinggal sehingga diserang balik dan kehilangan banyak prajurit.

Mereka kemudian tiba di negeri Lotus-Eaters, tempat buah teratai membuat siapa pun yang memakannya melupakan keinginan untuk pulang. Odysseus memaksa anak buahnya kembali ke kapal agar perjalanan dapat dilanjutkan.

Cyclops Polyphemus

Salah satu bagian paling terkenal adalah ketika Odysseus memasuki gua raksasa bermata satu, Polyphemus, yang mulai memakan para prajuritnya.

Odysseus menyusun rencana cerdik. Ia memperkenalkan dirinya sebagai "Tidak Ada" (Nobody), membuat Polyphemus mabuk, lalu menusuk mata sang raksasa hingga buta. Saat Polyphemus berteriak bahwa "Tidak Ada" menyerangnya, Cyclops lain mengira tidak terjadi apa-apa.

Odysseus dan anak buahnya melarikan diri dengan bersembunyi di bawah tubuh domba-domba milik Polyphemus.

Namun, karena kesombongannya, Odysseus mengungkapkan nama aslinya sebelum pergi. Polyphemus kemudian memohon kepada Poseidon agar mengutuk perjalanan pulangnya. Kutukan inilah yang menjadi penyebab utama penderitaan Odysseus.

Kantong Angin dan Kehancuran Armada

Odysseus bertemu Aeolus, penguasa angin, yang memberinya kantong berisi seluruh angin buruk agar ia dapat berlayar pulang.

Ketika Ithaka sudah hampir terlihat, Odysseus tertidur. Anak buahnya mengira kantong itu berisi harta dan membukanya. Angin-angin pun lepas, mendorong kapal mereka kembali jauh ke tengah laut. Kesempatan emas untuk pulang pun hilang.

Setelah itu mereka diserang bangsa raksasa pemakan manusia, Laestrygonians, yang menghancurkan sebelas dari dua belas kapal Odysseus. Hanya satu kapal yang berhasil lolos.

Ilustrasi kisah Odysseus di The Odyssey (Gemini AI)

Pulau Circe

Kapal terakhir tiba di pulau penyihir Circe. Ia mengubah sebagian awak kapal menjadi babi dengan sihirnya.

Dengan bantuan dewa Hermes yang memberikan tanaman ajaib bernama moly, Odysseus kebal terhadap sihir Circe dan memaksanya mengembalikan para awak menjadi manusia.

Odysseus tinggal selama satu tahun di pulau itu. Sebelum berangkat, Circe memerintahkannya pergi ke Dunia Bawah untuk meminta petunjuk dari peramal Teiresias.

Baca juga: Hecatoncheires: Raksasa Tangan Seratus yang Terlupakan dalam Mitologi Yunani

Dunia Orang Mati

Di Dunia Bawah, Teiresias memperingatkan Odysseus agar tidak menyentuh sapi suci milik dewa matahari Helios. Jika larangan itu dilanggar, seluruh awak kapal akan binasa dan Odysseus akan pulang seorang diri.

Odysseus juga bertemu arwah ibunya, Anticlea, serta para pahlawan besar seperti Achilles dan Agamemnon, yang memberinya gambaran tentang penderitaan dan kehormatan manusia.

Siren, Scylla, dan Charybdis

Odysseus kemudian menghadapi Siren, makhluk yang memikat pelaut dengan nyanyian indah hingga mereka mati. Ia menyumbat telinga awak kapal dengan lilin, sedangkan dirinya diikat pada tiang kapal agar bisa mendengar lagu Siren tanpa melompat ke laut.

Perjalanan berikutnya membawanya melewati dua ancaman sekaligus: Scylla, monster berkepala enam yang memangsa pelaut, dan Charybdis, pusaran air raksasa yang dapat menelan seluruh kapal.

Odysseus memilih melewati Scylla karena hanya enam orang yang akan menjadi korban, sedangkan Charybdis bisa menghancurkan seluruh kapal.

Sapi Suci Helios

Ketika badai memaksa mereka berhenti di Pulau Thrinacia, persediaan makanan habis. Meskipun Odysseus telah melarang keras menyentuh sapi Helios, para awak kapal yang kelaparan akhirnya membunuh dan memakannya.

Sebagai hukuman, Zeus mengirim petir yang menghancurkan kapal mereka. Seluruh awak tewas. Hanya Odysseus yang selamat.

Calypso dan Bangsa Phaeacia

Odysseus terdampar di pulau Calypso selama tujuh tahun. Calypso bahkan menawarkan keabadian jika ia bersedia tinggal bersamanya. Namun Odysseus tetap memilih pulang kepada Penelope.

Atas permintaan Athena, Zeus memerintahkan Hermes menyuruh Calypso membebaskannya.

Setelah kembali berlayar, Odysseus diselamatkan oleh bangsa Phaeacia. Di sana ia menceritakan seluruh petualangannya sebelum akhirnya diantar pulang ke Ithaka.

Kembali ke Ithaka

Athena menyamarinya menjadi seorang pengemis agar tidak dikenali.

Odysseus pertama kali bertemu penggembala babi setianya, Eumaeus, lalu akhirnya bertemu Telemachus. Setelah Athena membuka penyamarannya, ayah dan anak itu bersatu kembali dan menyusun rencana merebut kembali istana.

Di istana, Penelope mengadakan sayembara: siapa yang mampu memasang tali busur Odysseus dan memanahkan anak panah melewati dua belas kapak akan menjadi suaminya.

Baca juga: Pegasus dalam Mitologi Yunani: Kisah Kuda Bersayap yang Legendaris

Tak seorang pun pelamar berhasil. Odysseus yang masih menyamar dengan mudah melakukannya, lalu membuka penyamarannya.

Pembantaian Para Pelamar

Odysseus membunuh Antinous, pemimpin para pelamar, dengan anak panah pertama. Bersama Telemachus, Eumaeus, dan beberapa pelayan setia, ia membantai seluruh pelamar yang selama bertahun-tahun merusak istananya.

Pelayan-pelayan yang berkhianat juga dihukum.

Setelah istana kembali dikuasai, Penelope masih belum percaya bahwa pria itu benar-benar Odysseus. Ia mengujinya dengan membicarakan ranjang pernikahan mereka.

Odysseus menjelaskan bahwa ranjang itu tidak mungkin dipindahkan karena dibuat mengelilingi pohon zaitun yang masih hidup. Jawaban itu membuktikan identitasnya. Penelope akhirnya menerima suaminya kembali setelah dua puluh tahun berpisah.

Baca juga: Tak Tertandingi! Ini 5 Pedang Legendaris dari Mitologi yang Memiliki Kekuatan Dewa

Tema-Tema Utama

Beberapa pesan penting dalam The Odyssey antara lain:

  • Kerinduan akan rumah (nostos). Seluruh perjalanan Odysseus didorong oleh keinginannya untuk kembali ke keluarga dan tanah kelahirannya.
  • Kecerdikan lebih penting daripada kekuatan. Odysseus menang bukan karena paling kuat, melainkan karena mampu berpikir cerdas dan sabar.
  • Kesetiaan. Penelope, Telemachus, Eumaeus, dan pelayan-pelayan setia tetap mempertahankan kehormatan keluarga meski Odysseus lama menghilang.
  • Godaan dan lupa diri. Lotus, Circe, dan Calypso melambangkan berbagai godaan yang dapat membuat seseorang melupakan tujuan hidupnya.
  • Peran para dewa. Athena membantu Odysseus, Poseidon menghalanginya, Hermes menjadi pembawa pesan, sedangkan Zeus menjaga keseimbangan dan keadilan.

Warisan The Odyssey

The Odyssey menjadi salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Kisah ini menjadi model bagi banyak cerita petualangan modern yang mengisahkan perjalanan penuh rintangan sebelum sang tokoh berhasil kembali ke rumah.

Lebih dari sekadar kisah monster dan dewa, epos ini menggambarkan perjuangan manusia menghadapi kehilangan, godaan, penderitaan, dan pencarian jati diri. Pada akhirnya Odysseus memang berhasil kembali ke Ithaka, tetapi ia pulang seorang diri setelah kehilangan seluruh kapal dan sahabatnya. 

Karena itulah The Odyssey dikenang bukan hanya sebagai kisah kemenangan, melainkan juga kisah ketabahan, pengorbanan, dan harapan untuk menemukan jalan pulang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Greekmythology.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU