Yamata no Orochi, Naga Legendaris Berkepala Delapan dalam Mitologi Jepang (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Yamata no Orochi merupakan naga raksasa dalam mitologi Jepang yang dikenal memiliki delapan kepala dan delapan ekor.
Sosok ini digambarkan sangat mengerikan, dengan mata berwarna merah terang serta perut merah menyala.
Ukuran tubuhnya luar biasa besar, bahkan disebut membentang sepanjang delapan lembah dan delapan bukit.
Baca juga: Urban Legend Jepang Okesa Neko: Kisah Kucing Jelmaan Geisha dari Jepang
Di punggungnya tumbuh pepohonan seperti cemara dan siprus, sementara tubuhnya diselimuti lumut, menambah kesan sebagai makhluk kuno yang telah hidup sangat lama.
Kisah Yamata no Orochi tercatat dalam dua naskah kuno Jepang, yaitu Kojiki dan Nihongi. Kedua sumber ini menunjukkan bahwa legenda tersebut sudah dikenal sejak masa awal sejarah Jepang, bahkan kemungkinan berasal dari tradisi lisan prasejarah.
Legenda paling terkenal tentang Yamata no Orochi berkaitan dengan dewa badai, Susanoo. Setelah diusir dari surga, Susanoo turun ke bumi dan bertemu pasangan dewa tua, Ashinazuchi dan Tenazuchi, yang sedang berduka.
Mereka kehilangan tujuh dari delapan putri mereka karena setiap tahun Yamata no Orochi menuntut satu korban. Kini, putri terakhir mereka, Kushinada-hime, akan menjadi korban berikutnya.
Susanoo kemudian menawarkan bantuan untuk membunuh naga tersebut dengan syarat ia diizinkan menikahi Kushinada-hime.
Setelah disetujui, ia menyusun strategi cerdik. Kushinada-hime diubah menjadi sisir untuk disembunyikan, sementara delapan bejana berisi sake kuat ditempatkan di delapan gerbang.
Saat Yamata no Orochi datang, ia meminum sake dari setiap bejana hingga mabuk dan tertidur. Kesempatan ini dimanfaatkan Susanoo untuk menyerang dan memotong tubuh naga tersebut.
Pertarungan tersebut begitu dahsyat hingga sungai di sekitarnya dikisahkan berubah menjadi aliran darah.
Baca juga: Konflik Yamato dan Emishi: Jejak Sejarah yang Membentuk Wajah Jepang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yokai.com