Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 13:59 WIB

Petualangan Odysseus, Sang Raja Ithaca Dalam Perjalanan Pulang Yang Penuh Tantangan

Author

Petualangan Odysseus Raja Ithaca Dalam Perjalanan Pulang Yang Penuh Tantangan (thecollector.com)

INDOZONE.IDOdysseus, raja Ithaca, adalah tokoh yang terkenal dalam buku epik kuno karya Homer, The Odyssey. Kisahnya menceritakan perjalanan panjang dan penuh rintangan selama sepuluh tahun untuk kembali ke rumahnya setelah Perang Troya.

Seorang pria bijaksana dengan kecerdasan luar biasa, kefasihan berbicara, keberanian, dan ketahanan yang luar biasa, Odysseus dikenal karena kelicikannya yang legendaris, termasuk rencana Kuda Troya yang membantunya memenangkan perang.

Baca juga: Kisah Jacomina Fay dan Wajah Kehidupan Perempuan Indo di Masa Kolonial

Setelah kota Troya hancur lebur, Odysseus bersama enam kapal dan anak buahnya memulai perjalanan pulang ke Ithaca. Namun, perjalanan yang seharusnya sederhana itu berubah menjadi serangkaian petualangan yang penuh bahaya dan ujian.

Pertempuran di Tanah Cicones

Mendarat pertama kali di tanah suku Cicones, mereka menjarah kota. Anak buah Odysseus terlena dan terlambat berlayar, sehingga pasukan musuh menyerang dan menewaskan tiga puluh enam prajurit mereka.

Menuju Negeri Para Pemakan Teratai 

Selanjutnya, mereka tiba di negeri pemakan bunga teratai. Penduduk setempat menyambut mereka ramah dan menawarkan bunga teratai yang membuat para prajurit lupa akan rumah mereka sendiri. Dengan kecerdikan dan kepemimpinan Odysseus, mereka dipaksa kembali ke kapal dan melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Weton Wage: Konon Punya Jiwa Pengembara, Benarkah?

Perjumpaan dengan Polyphemus si Cyclops

Bahaya semakin nyata ketika mereka tiba di negeri para Cyclops. Odysseus sangat ingin bertemu dengan seorang Cyclops dan melihat apakah mereka benar-benar biadab.

Odysseus dan dua belas anak buahnya pergi ke gua Polyphemus untuk menyambutnya. Namun, ketika raksasa itu kembali dari menggembalakan ternaknya, anak buah Odysseus panik dan bersembunyi di dalam guanya. Namun, Cyclops itu menemukan anak buah Odysseus yang kemudian menelan dua orang dari mereka. 

Baca juga: Kisah Mistis Tumbal Susuk Nyai Sukandir: Konon Teror yang Turun-Temurun dari Leluhur!

Odysseus dan anak buahnya terjebak di dalam gua, karena pintu masuk sekaligus satu-satunya jalan keluar tertutup oleh batu. Berbekal akal dan keberanian, Odysseus membuat rencana licik. Ia dan anak buahnya berhasil membuat Cyclops mabuk, dan disaat yang bersamaan empat anak buahnya menusukkan paku kayu panas ke mata Cyclops dan membutakannya.

Cyclops menjerit kesakitan sambil terhuyung-huyung menuju pintu masuk, lalu menarik batu besar yang menghalangi jalan keluar. Kesempatan itu dimanfaatkan Odysseus dan anak buahnya untuk berlari keluar dari gua.

Pulau Aeolus dan Karung Angin

Perjalanan Odysseus dan anak buah nya berlanjut, sampai akhirnya mereka bertemu Aeolus, penjaga angin, yang memberi mereka karung angin untuk mempermudah perjalanan. Sialnya, salah satu anak buah Odysseus yang lalai membuka karung tersebut,  sehingga menimbulkan badai besar yang mengirim mereka ke pulau Circe, penyihir berbahaya.

Baca juga: 5 Tirakat Leluhur Paling Sakti: Salah Satunya Topo Bisu yang Bikin Mental Makin Kuat

Circe mengundang anak buah Odysseus untuk masuk ke dalam rumahnya dan memberi mereka makanan dan minuman. Kemudian, ketika mereka sudah kenyang, Circe mengubah mereka menjadi babi dan mengurung mereka didalam kandang babinya. Circe ingin melakukan hal yang sama kepada Odysseus, tetapi Hermes datang kepadanya dan memberinya ramuan untuk membuatnya kebal terhadap sihirnya. 

Dengan bantuan Hermes, Odysseus berhasil menundukkan Circe dengan menjalin persahabatan. Ia pun membebaskan anak buahnya yang sempat diubah menjadi babi.

Odysseus kemudian tinggal di pulau tersebut selama setahun sebelum melanjutkan perjalanan, setelah mendapat arahan untuk berkonsultasi dengan nabi buta, Tiresias, di Hades.

Baca juga: Sejarah Hari Ibu: Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Refleksi Perjuangan Kaum Perempuan

The Underworld dan Nasihat Tiresias

Pada dunia bawah (Underworld) Tiresias muncul dan memperingatkan Odysseus tentang pembalasan Poseidon yang berkelanjutan.

Tiresias  juga memperingatkan Odysseus dan anak buahnya untuk tidak mengganggu domba dan sapi dewa matahari di pulau Thrinacia, atau mereka akan menghadapi kehancuran.

Setelah Tiresias selesai berbicara, Odysseus tinggal sebentar, berbicara dengan arwah keluarga dan teman-temannya.

Baca juga: 5 Zodiak Cowok yang Suka Mendengarkan dan Paling Pengertian

Pertama, Odysseus bertemu dengan ibunya yang telah ia tinggalkan sejak berangkat ke Troya. Setelah itu, satu per satu arwah para pahlawan yang gugur dalam Perang Troya menampakkan diri, mulai dari Agamemnon, Achilles, Patroclus, hingga Ajax, disusul para tokoh besar lainnya dalam mitologi.

Usai pertemuan itu, Odysseus akhirnya melepaskan diri dari dunia arwah dan melanjutkan pelayaran menuju Ithaca.

Pulau Siren dan Scylla & Charybdis

Ancaman berikutnya datang dari pulau Siren, makhluk bersayap yang memikat para pelaut dengan nyanyian mematikan. Dengan kecerdikannya, Odysseus menyuruh anak buahnya menyumbat telinga mereka dengan lilin, sementara dirinya diikat pada tiang layar agar bisa mendengar nyanyian Siren tanpa mendekati mereka.

Mereka berhasil selamat, namun segera dihadapkan pada bahaya lain yakni, Scylla dan Charybdis, dua monster abadi yang merenggut enam anak buah Odysseus dalam sekejap.

Baca juga: Kisah Mao Zedong, Tokoh yang Mengubah Wajah Tiongkok Selamanya

Ternak Hyperion dan Pulau Calypso

Setelah itu, mereka tiba di Pulau Hyperion, tempat sapi-sapi suci milik dewa matahari tinggal. Meski Tiresias telah memperingatkan agar tidak mengusik hewan-hewan tersebut, anak buah Odysseus tetap melanggar larangan itu dan membunuh sapi-sapi suci tersebut.

Akibat perbuatan itu, Poseidon murka. Ia menghancurkan kapal mereka dan menenggelamkan seluruh awak, menyisakan Odysseus sebagai satu-satunya yang selamat.

Baca juga: 5 Zodiak Cowok yang Paling Sayang Keluarga Menurut Astrologi

Odysseus kemudian terdampar di Pulau Calypso. Di sana, nimfa Calypso merawatnya selama tujuh tahun dan bahkan menawarkan keabadian. Namun, Odysseus tetap merindukan kampung halamannya serta istrinya, Penelope.

Akhirnya, Zeus memerintahkan Calypso untuk membebaskan Odysseus. Ia membangun rakit dan memulai perjalanan terakhirnya, namun Poseidon menimbulkan badai yang menghancurkan rakitnya.

Bantuan Athena dan Kedatangan di Phaeacia

Dewi Athena akhirnya turun tangan menolong Odysseus. Ia terdampar di Phaeacia dan ditolong oleh putri Nausicaa. Raja Alcinous menyambutnya dengan ramah, dan Odysseus pun menceritakan seluruh perjalanan panjang yang telah ia lalui. Dengan bantuan kapal Phaeacia, Odysseus akhirnya berhasil kembali ke Ithaca.

Baca juga: Bong Cino Sering Dianggap Angker, Ini Fakta Sejarah dan Makna Budayanya

Kembalinya ke Ithaca dan Pertemuan Keluarga

Setibanya di Ithaca, Odysseus mendapati banyak pelamar yang berusaha meminang istrinya, Penelope. Kepergiannya yang begitu lama membuat tahta kerajaan seolah kosong dan tak bertuan.

Odysseus pun menyamar sebagai pengemis untuk menyamar menjadi pelamar Penelope. Odysseus  bertemu sahabat setianya, Eumaeus, sebelum akhirnya bertemu kembali dengan putranya, Telemachus. Dengan bimbingan Athena, ayah dan anak itu menyusun rencana untuk menghadapi para pelamar dan membuat kontes memanah untuk menyingkirkan para pelamar Penelope.

Baca juga: Kisah Mistis Pelet Mandor Gudang: Obsesi Gelap yang Menghancurkan Segalanya

Kontes memanah tersebut mengharuskan peserta menarik busur hingga anak panah menembus dua belas kapak dalam satu tarikan. Tak satu pun pelamar mampu melakukannya, kecuali Odysseus. Pada saat itulah ia mengungkap jati dirinya dan, bersama Telemachus, berhasil menumpas para pelamar yang selama ini menguasai istananya.

Kisah panjang ini berakhir dengan reuni Odysseus dan Penelope. Penelope berlari memeluk Odysseus dan menangis haru, menandai akhir dari perjalanan panjang, penuh petualangan, ujian, dan keberanian seorang raja yang hanya ingin kembali ke rumahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Thecollector.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU