Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 16:00 WIB

Mengenal Ganesha, Dewa Kepercayaan Hindu yang Disebut 'Tuan Bagi Rakyat'

Author

Dewa Ganesha (britannica.com)

INDOZONE.ID - Dalam keagamaan Hindu, Ganesha dikenal sebagai sosok yang selalu dipuja sebelum sebuah perjalanan besar dimulai. 

Ganesha bukan sekadar dewa berkepala gajah, melainkan lambang harapan akan kelancaran, kecerdasan, dan keberhasilan. Karena itulah, nama Ganesha kerap disebut pertama kali sebelum memulai usaha, menulis karya, hingga mengambil keputusan penting dalam hidup.

Nama Ganesha sendiri mengandung makna yang dalam. Ia disebut sebagai “Tuan bagi Rakyat” sekaligus “Pemimpin para Gana”, yaitu makhluk pengikut Dewa Siwa. 

Baca juga: Ribuan Jejak Dinosaurus Ditemukan di Tebing Alpen Dekat Lokasi Olimpiade Musim Dingin

Peran gandanya ini membuat Ganesha dipandang dekat dengan manusia, namun tetap memiliki kekuatan ilahi untuk membuka jalan dari berbagai rintangan.

Secara visual, Ganesha mudah dikenali. Tubuhnya digambarkan berperut buncit, membawa manisan khas India di tangannya, makanan yang melambangkan kenikmatan hidup dan kelimpahan. 

Kendaraannya Ganesha pun cuku unik, seekor tikus besar khas India. Hewan kecil ini bukan tanpa makna, tikus melambangkan kemampuan Ganesha untuk menembus celah sekecil apa pun demi mencapai tujuan, sekaligus menegaskan perannya sebagai penghilang hambatan.

Baca juga: Krim Wajah Zaman Romawi Kuno Ditemukan, Masih Menyimpan Jejak Jari Penggunanya

Kisah kelahiran Ganesha memiliki banyak versi, namun salah satu yang paling dikenal berawal dari Parwati, istri Siwa. Dalam cerita tersebut, Parwati menciptakan seorang anak dari tanah yang menempel di tubuhnya saat mandi. 

Anak itu hidup dan bertugas menjaga pintu agar Siwa tidak mengganggu . Ketika Siwa datang dan tidak mengenali anak itu, terjadilah konflik yang berujung pada terpenggalnya kepala sang anak.

Penyesalan Siwa membawa perubahan besar. Untuk menghidupkan kembali anak tersebut, Siwa mengganti kepalanya dengan kepala gajah, makhluk pertama yang ia temui. 

Baca juga: Bangkitnya Negeri Matahari Terbit: Transformasi Jepang Dimulai Di Era Meiji

Dari peristiwa inilah sosok Ganesha lahir. Salah satu gadingnya patah, dan hingga kini ia kerap digambarkan memegang potongan gading tersebut, simbol pengorbanan dan kebijaksanaan.

Setiap tahun, umat Hindu merayakan Ganesh Chaturthi selama sepuluh hari sebagai bentuk penghormatan. 

Festival ini bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat bahwa setiap awal membutuhkan doa, kesabaran, dan keyakinan untuk menyingkirkan rintangan di depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU