ilustrasi Mimpi Digigit Buaya (Freepik/ TravelScape)
INDOZONE.ID - Di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, khususnya dalam tradisi masyarakat Bugis dan Makassar, buaya bukan sekedar hewan liar penghuni sungai. Banyak masyarakat lokal percaya bila buaya punya hubungan hubungan spiritual dengan buaya sebagai saudara kandung atau kembaran yang lahir dalam wujud hewan.
Dikutip dari akun mitologi.bumisulawesi yang menukil dokumenter "MENGUAK MISTERI DI BALIK SOSOK SINRIJALA TALLO", kepercayaan ini telah hidup turun-temurun selama ratusan tahun dan menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat pesisir maupun daerah aliran sungai di Sulawesi.
Dalam tradisi tersebut, muncul keyakinan bahwa setiap manusia memiliki “kembaran gaib” yang hidup di alam lain, dan salah satu bentuk paling terkenal adalah buaya.
Dalam budaya Bugis-Makassar, dikenal konsep hubungan spiritual antara manusia dan makhluk tertentu yang disebut sebagai “kera’” atau saudara kembar gaib.
Baca juga: Hutan “Terlarang” di Indonesia: Mitos, Kearifan Lokal dan Penjaga Ekosistem
Tidak semua orang memilikinya, tetapi dalam banyak cerita keluarga, ada keyakinan bahwa seorang anak lahir bersamaan dengan saudara lain yang tidak hidup sebagai manusia, melainkan menjelma menjadi buaya dan tinggal di sungai atau rawa.
Karena dianggap sebagai saudara, buaya tertentu tidak dipandang sebagai ancaman biasa. Hewan itu dipercaya tetap memiliki ikatan batin dengan keluarganya di darat. Beberapa masyarakat bahkan meyakini bahwa buaya tersebut dapat muncul sewaktu-waktu untuk memberi tanda, perlindungan, atau peringatan kepada keluarganya.
Kepercayaan ini membuat hubungan manusia dan buaya di Sulawesi memiliki nuansa spiritual yang sangat berbeda dibanding pandangan umum terhadap buaya di daerah lain.
Ilustrasi buaya Pulau Ramree. (wikipedia.org)
Mitos buaya kembaran juga sering dikaitkan dengan sejarah kerajaan-kerajaan lama di Sulawesi Selatan, salah satunya Kerajaan Tallo di Makassar.
Dalam sejumlah cerita rakyat, ada buaya tertentu yang dianggap memiliki hubungan dengan garis keturunan bangsawan atau dipercaya sebagai penjaga wilayah kerajaan. Sosok buaya tersebut tidak hanya dihormati sebagai hewan, tetapi juga sebagai makhluk spiritual yang memiliki kedudukan penting dalam kosmologi masyarakat setempat.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Digigit Buaya Menurut Primbon Jawa, Pertanda Bahaya?
Karena itu, kemunculan buaya di area tertentu kadang dianggap bukan kebetulan, melainkan pertanda yang berkaitan dengan leluhur atau penjaga wilayah.
Sejarah mencatat bahwa Sinrijala, atau Karaeng Sinrijala, adalah sosok legendaris yang hingga kini masih dikenang oleh sebagian kecil masyarakat Bugis-Makassar. Lebih dari sekadar mitos, nama Sinrijala juga terkait dengan Pasukan Sinrijala, sebuah unit elit angkatan laut Kerajaan Tallo yang dikenal sebagai Pasukan Buaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram