Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 APRIL 2026 • 15:01 WIB

Migrasi Besar Afrika: Perjalanan 800 KM Mempertaruhkan Nyawa di Mulut Buaya

Migrasi Besar Afrika: Perjalanan 800 KM Mempertaruhkan Nyawa di Mulut BuayaMigrasi Besar Afrika (Serengeti)

INDOZONE.ID - Migrasi Besar Afrika menjadi salah satu fenomena alam paling menakjubkan di dunia.

Perjalanan sejauh 800 kilometer ini bukan sekadar perpindahan biasa, melainkan perjuangan hidup jutaan hewan yang harus menghadapi predator dan rintangan alam demi bertahan hidup.

Fenomena ini terjadi di kawasan Taman Nasional Serengeti hingga Masai Mara, dan sering dijuluki sebagai “pertunjukan terbesar di dunia”.

Baca juga: Tragedi Berdarah di Lengkong: Misi Pelucutan Senjata yang Berujung Gugurnya Puluhan Taruna Indonesia

Awal Perjalanan: Kelahiran dan Ancaman Predator

Berdasarkan laman Serengeti, Kamis (09/04/2026) migrasi dimulai di wilayah selatan Serengeti. Pada periode Januari hingga Maret, sekitar setengah juta anak wildebeest lahir dalam waktu singkat. Momen ini menjadi fase penting karena populasi baru muncul dalam jumlah besar.

Namun, kelahiran massal ini turut menarik perhatian predator seperti singa dan hyena. Ribuan anak wildebeest harus menghadapi ancaman sejak detik pertama mereka lahir.

Kenapa Hewan-Hewan Ini Bermigrasi?

Migrasi dilakukan bukan tanpa alasan. Perpindahan ini dipicu oleh perubahan musim dan ketersediaan makanan. Saat musim hujan, padang rumput di selatan menjadi subur dan aman untuk melahirkan.

Namun, ketika wilayah tersebut mulai mengering, kawanan harus bergerak mencari rumput yang lebih hijau.

Pergerakan ini membentuk pola melingkar dari selatan, ke barat, lalu ke utara, sebelum kembali lagi ke selatan.

Baca juga: Jejak Brutal Perbudakan Modern di Balik Emas Hijau Tembakau Deli

Perjalanan 800 KM yang Penuh Risiko

Sekitar dua juta hewan, termasuk wildebeest, zebra, dan gazelle, melakukan perjalanan panjang ini setiap tahun. Mengutip laman Serengeti, barisan kawanan bahkan bisa mencapai panjang hingga 40 kilometer.

Namun, perjalanan ini bukan tanpa bahaya. Salah satu momen paling dramatis adalah saat kawanan harus menyeberangi sungai, seperti Sungai Grumeti dan Mara.

Di sinilah ancaman terbesar muncul. Ribuan buaya yang menunggu di dalam air. Diperkirakan ada sekitar 3.000 buaya yang siap memangsa hewan yang mencoba menyeberang. Banyak yang tidak berhasil selamat dari fase ini.

Siklus Alam yang Terus Berulang

Setelah berhasil mencapai wilayah utara di Masai Mara, kawanan akan bertahan selama musim kering. Namun, saat hujan kembali turun di selatan pada sekitar Oktober hingga November, mereka akan kembali ke Serengeti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Serengeti

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Migrasi Besar Afrika: Perjalanan 800 KM Mempertaruhkan Nyawa di Mulut Buaya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!