INDOZONE.ID - Pilar Penciptaan menjadi salah satu objek paling ikonik di luar angkasa. Struktur ini berupa kumpulan gas dan debu raksasa yang menjulang tinggi, seolah menjadi “pabrik” tempat lahirnya bintang-bintang baru di alam semesta.
Terletak di dalam Nebula Elang, fenomena ini menarik perhatian ilmuwan dan pecinta astronomi karena memperlihatkan proses pembentukan bintang secara langsung.
Berdasarkan laman NASA,Kamis (09/04/026) Pilar Penciptaan adalah kolom besar gas dan debu kosmik yang berada di pusat wilayah pembentukan bintang aktif. Struktur ini terkenal melalui gambar detail dari Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Bukti Lonjakan Siklon Tropis di Great Blue Hole, Apa Dampaknya?
Di dalam pilar-pilar tersebut, tersembunyi bintang-bintang muda yang sedang terbentuk. Proses ini sering dianalogikan seperti “memasak” alam semesta, di mana gas dan debu perlahan berubah menjadi bintang.
Mengutip NASA, Pilar Penciptaan memiliki panjang sekitar 4 hingga 5 tahun cahaya. Meski terlihat sangat besar, ukuran ini sebenarnya hanya sebagian kecil dari Nebula Elang yang luasnya mencapai sekitar 70 x 55 tahun cahaya.
Sementara itu, berdasarkan laman Space, Nebula Elang sendiri berada di konstelasi Serpens dan berjarak sekitar 5.700 tahun cahaya dari Bumi. Jarak ini membuatnya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun masih dapat diamati menggunakan teleskop.
Nebula seperti ini terbentuk dari awan gas hidrogen dingin. Seiring waktu, gas tersebut mulai mengumpul dan memadat.
Ketika tekanan dan suhu meningkat, inti gas menjadi cukup panas untuk memulai reaksi fusi nuklir. Proses inilah yang menandai kelahiran sebuah bintang.
Baca juga: Sengatan Paling Menyakitkan di Dunia: Dari Semut Peluru hingga Tawon Eksekutor
Di Pilar Penciptaan, proses ini masih berlangsung hingga sekarang. Gas dan debu di dalam kolom menjadi bahan utama pembentukan bintang baru.
Menariknya, pilar-pilar ini tidak statis. Struktur tersebut terus terpapar radiasi ultraviolet dari bintang-bintang muda di sekitarnya.
Radiasi dan angin bintang secara perlahan mengikis gas dan debu pada pilar. Proses ini bisa menghancurkan struktur tersebut dalam jangka waktu sangat panjang, sekaligus memicu pembentukan bintang baru di dalamnya.
Baca juga: Kisah Karyawan Magang NASA Dikeluarkan Usai ‘Berhubungan Intim di Bulan’
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space, NASA