Ilustrasi asteroid. (Pixabay/??anoh)
INDOZONE.ID - Melalui misi DART pada 2022, NASA membuktikan bahwa lintasan asteroid dapat diubah melalui intervensi manusia secara sengaja.
Awalnya, misi ini diketahui berhasil mengurangi durasi orbit pasangan asteroid Didymos-Dimorphos hingga 32 menit, namun riset terbaru menunjukkan skala keberhasilan yang lebih luas, yakni pergeseran jalur orbit sistem tersebut mengelilingi Matahari.
Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah sebagai kali pertama manusia berhasil mengintervensi dan mengubah rute alami objek di Tata Surya secara langsung.
Baca juga: Daftar 6 Negara dengan Fenomena Matahari Tengah Malam selain di Wilayah Antartika
Misi Double Asteroid Redirection Test (DART) dirancang sebagai pilar utama dalam strategi pertahanan planet.
Walaupun belum ada ancaman asteroid besar yang diprediksi menghantam Bumi dalam waktu dekat, para ilmuwan berupaya memastikan kesiapan manusia melalui simulasi strategi mitigasi yang nyata.
Target utama misi ini adalah sistem asteroid ganda, yang terdiri dari Didymos berdiameter 780 meter dan satelit alaminya, Dimorphos, yang berukuran 160 meter.
Dimorphos dipilih sebagai sasaran tabrakan terkontrol karena dimensinya yang lebih kecil memungkinkan perubahan lintasan terdeteksi lebih akurat.
Sistem Didymos dan Dimorphos dipilih lantaran periode orbitnya sudah dipahami dengan sangat baik, sehingga perubahan sekecil apa pun bisa diukur dengan akurat.
Melampaui prediksi awal 7 menit, misi DART sukses mengubah periode orbit Dimorphos hingga 33 menit, sebuah kemenangan besar bagi teknologi mitigasi asteroid.
Efektivitas metode ini telah terbukti secara lokal, namun para peneliti kini mengejar target yang lebih ambisius.
Mereka tengah menganalisis apakah dampak fisik dari tabrakan tersebut juga mampu mengubah jalur orbit keseluruhan sistem Didymos-Dimorphos dalam skala Tata Surya, bukan sekadar memengaruhi interaksi di antara kedua objek langit tersebut.
Sebagai sistem biner, Didymos dan Dimorphos terikat secara gravitasi pada titik pusat massa bersama yang dikenal sebagai barycenter.
Ketika wahana DART menghantam Dimorphos, benturan tersebut tidak hanya memberikan dorongan langsung, tetapi juga memicu ejeksi material ke ruang hampa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA, Www.science.org