Mengenal Bastet, Dewi Kucing Mesir Kuno yang Dipuja sebagai Pelindung Rumah dan Pembawa Keberuntungan
INDZONE.ID - Dalam sejarah panjang Mesir Kuno, tidak ada makhluk yang mendapat penghormatan sebesar kucing. Hewan ini dianggap pembawa keberuntungan, penjaga rumah, sekaligus simbol kekuatan yang misterius.
Dari keyakinan itu lahirlah sosok Bastet, dewi kucing yang lemah lembut namun juga disegani. Ia bukan hanya ikon spiritual, tetapi juga bagian penting dari kehidupan dan budaya masyarakat Mesir kuno.
Baca juga: Kisah Monster Laut Perairan Edo di Masa Politik Isolasi Keshogunan Tokugawa
Dewi dengan Wujud Kucing yang Memikat
Bastet, atau Bast, kerap digambarkan sebagai perempuan anggun berkepala kucing, membawa sistrum dan pelindung dada. Namun pada masa awal, bentuknya lebih menyerupai singa betina yang garang.
Perubahan ini mencerminkan transformasi perannya, yaitu dari dewi yang penuh amarah seperti Sekhmet, menjadi sosok pelindung yang penuh kasih dan kedamaian.
Kucing dipandang sebagai hewan yang mampu menjaga manusia dari ancaman, baik tikus, ular, maupun roh jahat. Karena itu Bastet dianggap pelindung besar yang menjaga keseimbangan antara manusia dan dunia spiritual.
Di bumi ia dipercaya menjelma menjadi kucing sepenuhnya, sementara di alam dewa ia hadir sebagai gabungan manusia-kucing.
Putri Ra yang Setia Menjaga Sang Dewa Matahari
Bastet memiliki tempat istimewa dalam keluarga para dewa. Ia keturunan keluarga terpenting dalam agama Mesir kuno. Bastet adalah anak dari Ra, dewa penciptaan dan kehidupan.
Setiap hari ia digambarkan ikut mendampingi Ra saat perahu sang dewa melintasi langit membawa matahari. Saat malam tiba, Bastet berubah menjadi kucing untuk melindungi Ra dari ular jahat Apep, musuh abadi cahaya.
Dalam mitologi yang berkembang, Bastet digambarkan sebagai saudari Sekhmet, namun dengan sifat yang lebih lembut. Ia juga dipercaya menikahi Ptah dan menjadi ibu dari dewa Mihos.
Dewi Perlindungan, Kesuburan, dan Kebahagiaan
Seiring berjalannya waktu, Bastet dipuja sebagai dewi yang membawa banyak kebaikan, mulai dari perlindungan rumah, kesenangan, kesehatan, hingga kesuburan. Sifat kucing yang lincah dan penuh misteri membuatnya dianggap mampu menangkal penyakit dan roh jahat.
Bagi beberapa kelompok, Bastet juga dipandang sebagai dewi bulan mata malam yang selalu mengawasi dan melindungi. Namanya tercatat di berbagai kuil penting, termasuk kuil lembah Raja Khafre di Giza.
Tak heran jika festival besar dan kuil megah dibangun untuk menghormatinya. Bahkan hingga kini, masih ada kelompok yang meyakini keberadaan dan kekuatan spiritual Bastet.
Hubungan Erat dengan Sekhmet
Bastet dan Sekhmet sering kali dianggap membingungkan karena banyak kemiripan. Keduanya merupakan anak putri Ra, dan dikenal sebagai pelindung perempuan serta pembela kebenaran.
Namun, ada perbedaan besar antara keduanya. Sekhmet adalah dewi perang dan kehancuran, sedangkan Bastet menjadi simbol kelembutan dan harmoni.
Keduanya dipercaya berkembang dari dewi lebih tua bernama Mafdet, dewi kucing pertama yang terkenal karena kekuatan perlindungannya.
Tradisi Mumi Kucing untuk Kehormatan Bastet
Penghormatan Mesir terhadap Bastet terlihat dari jutaan mumi kucing yang ditemukan di Bubastis, pusat kultus sang dewi. Kucing diperlakukan hampir setara dengan manusia dalam proses pemakaman. Banyak orang memelihara kucing sebagai hewan suci, bahkan memumifikasinya sebagai persembahan bagi Bastet.
Baca juga: Meiji Revolution: Perjalanan Jepang Menjadi Raksasa Asia
Namun praktik itu juga menyimpan sisi gelap. Banyak kucing dikorbankan untuk dijadikan mumi ritual. Pada abad ke-19 ketika “Mesir-mania” melanda Eropa, mumi kucing ditemukan dalam jumlah besar bahkan sempat dijadikan bahan obat hingga pupuk.
Sebagai dewi yang memadukan keanggunan kucing dan kekuatan ilahi, Bastet tetap menjadi simbol abadi dari perlindungan, kasih, dan keseimbangan dalam budaya Mesir Kuno. Hingga kini namanya dikenang sebagai wujud cinta manusia pada hewan yang menjaga harmoni kehidupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thecollector.com