INDOZONE.ID - Mesir memiliki salah satu panteon dewa terbesar dan paling kompleks dibandingkan peradaban mana pun di dunia kuno.
Sepanjang sejarah Mesir, ratusan dewa dan dewi disembah. Karakter masing-masing dewa sering kali sulit dipastikan. S
ebagian besar memiliki asosiasi utama (misalnya dengan matahari atau dunia bawah) serta bentuk khusus. Namun, hal itu bisa berubah seiring waktu, sejalan dengan naik turunnya kepentingan para dewa dan perkembangan masyarakat Mesir.
Deretan Dewa-dewa Mesir yang Perlu Diketahui
Berikut adalah beberapa dewa Mesir terpenting yang perlu dikenal.
Baca juga: Alasan Orang Mesir Kuno Memiliki Dewa yang Berkepala Binatang, Representasi Sikap Mereka
1. Osiris
Osiris adalah salah satu dewa terpenting di Mesir, dikenal sebagai dewa dunia bawah. Ia juga melambangkan kematian, kebangkitan, dan siklus banjir Sungai Nil yang menjadi kunci kesuburan pertanian Mesir.
Menurut mitos, Osiris adalah seorang raja Mesir yang dibunuh dan dipotong-potong oleh saudaranya, Seth. Istrinya, Isis, menyusun kembali tubuh Osiris dan membangkitkannya, sehingga mereka dapat melahirkan seorang putra, dewa Horus. Osiris digambarkan sebagai raja yang dibungkus mumi, dengan kulit berwarna hijau terlihat pada wajah dan tangannya.
2. Isis
Asal-usul Isis tidak jelas. Berbeda dari banyak dewa lainnya, ia tidak dapat dihubungkan secara pasti dengan satu kota tertentu, dan tidak muncul dalam literatur Mesir paling awal. Namun seiring waktu, ia semakin penting dan akhirnya menjadi dewi paling berpengaruh dalam panteon Mesir.
Sebagai istri setia yang membangkitkan Osiris setelah dibunuh serta membesarkan putra mereka, Horus, Isis dianggap sebagai simbol istri dan ibu ideal dalam tradisi Mesir.
Sebagai pasangan dewa dunia bawah, ia juga berperan penting dalam upacara kematian. Bersama saudara perempuannya, Nephthys, Isis digambarkan sebagai pelayat ilahi dan pengasuh jiwa-jiwa di alam baka.
Isis adalah salah satu dewi Mesir terakhir yang masih disembah hingga era Greco-Romawi. Ia kemudian disamakan dengan dewi Yunani Aphrodite dan kultusnya menyebar hingga ke Britania di barat dan Afghanistan di timur. Banyak yang meyakini bahwa gambaran Isis dengan bayi Horus memengaruhi ikonografi Kristen tentang Maria dan bayi Yesus.
Baca juga: Arkeolog Temukan Kuil Zeus-Kasios di Mesir, Sang Dewa Langit dalam Mitologi Yunani
3. Horus
Horus digambarkan sebagai seekor elang atau pria berkepala elang. Ia adalah dewa langit yang terkait dengan perang dan perburuan. Horus juga mewujudkan konsep raja ilahi; pada beberapa periode, raja yang sedang berkuasa dianggap sebagai perwujudan Horus.
Menurut mitos Osiris, Horus adalah putra Isis dan Osiris, yang dikandung secara ajaib setelah Osiris dibunuh oleh Seth. Horus dibesarkan untuk membalas pembunuhan ayahnya. Salah satu kisah menyebutkan bahwa Horus kehilangan mata kirinya saat bertarung melawan Seth,
tetapi kemudian dipulihkan oleh dewa Thoth. Karena mata kanan dan kiri Horus masing-masing dikaitkan dengan matahari dan bulan, kisah kehilangan serta pemulihan mata Horus dijadikan penjelasan mitologis tentang fase bulan.
4. Seth
Seth adalah dewa kekacauan, kekerasan, gurun, dan badai. Dalam mitos Osiris, dialah pembunuh Osiris—dalam beberapa versi ia menipu Osiris agar masuk ke dalam peti mati sebelum menguncinya rapat-rapat.
Rupa Seth menjadi teka-teki bagi para Egyptologist. Ia digambarkan sebagai binatang atau manusia berkepala binatang, tetapi bentuk binatang tersebut tidak dikenali. Ia biasanya memiliki moncong panjang, telinga panjang dengan ujung persegi, tubuh menyerupai anjing kurus, serta ekor lurus dengan jumbai di ujungnya. Banyak ilmuwan percaya bahwa “binatang Seth” sebenarnya tidak pernah ada dan merupakan makhluk komposit mitologis.
Baca juga: Mitologi Kumbang Scarab, Binatang Suci Mesir Kuno yang Dihubungkan dengan Dewa Matahari
5. Ptah
Ptah adalah dewa utama dalam triad yang disembah di Memphis. Dua anggota lainnya adalah istrinya, dewi berkepala singa Sekhmet, dan dewa Nefertem yang kemungkinan merupakan putra mereka.
Ptah awalnya dikaitkan dengan para pengrajin dan pembangun. Arsitek dinasti ke-4, Imhotep, didewakan setelah kematiannya sebagai putra Ptah.
Beberapa ahli berpendapat bahwa kata Yunani “Aiguptos”—asal mula nama “Egypt”—berasal dari penyebutan salah satu kuil Ptah, yaitu Hwt-Ka-Ptah.
6. Re (Ra)
Re adalah salah satu dewa matahari terpenting. Ia biasanya digambarkan dengan tubuh manusia dan kepala elang. Diyakini bahwa ia mengarungi langit menggunakan perahu setiap hari dan melakukan perjalanan melalui dunia bawah setiap malam, di mana ia harus mengalahkan dewa ular Apopis agar bisa terbit kembali.
Kultus Re berpusat di Heliopolis, kini bagian dari Kairo. Seiring waktu, Re disatukan dengan dewa matahari lainnya, terutama Amon, dan menjadi dewa paling berkuasa dalam beberapa periode.
Baca juga: Anubis, Dewa Mumifikasi dan Kematian Mesir Berkepala Serigala
7. Hathor
Hathor digambarkan sebagai sapi, wanita berkepala sapi, atau wanita dengan telinga sapi. Ia melambangkan keibuan dan kesuburan, serta dipercaya melindungi perempuan saat melahirkan. Hathor juga memiliki peran dalam dunia kematian, dikenal sebagai “penguasa barat”, karena makam-makam Mesir biasanya dibangun di tepi barat Sungai Nil.
Dalam beberapa tradisi, ia menyambut matahari terbenam setiap hari, sama seperti ia diharapkan menyambut arwah ke alam baka.
8. Anubis
Anubis adalah dewa pemakaman dan penjaga orang mati. Ia digambarkan sebagai jakal atau manusia berkepala jakal. Hubungannya dengan dunia kematian kemungkinan berasal dari pengamatan bahwa jakal sering berkeliaran di sekitar pemakaman.
Pada Zaman Kerajaan Lama, sebelum Osiris menjadi dewa utama dunia bawah, Anubis adalah dewa kematian terpenting. Dalam mitos Osiris, Anubis yang mengawetkan dan membungkus tubuh Osiris, sehingga ia menjadi pelindung para pembalsam.
9. Thoth
Thoth adalah dewa tulisan dan kebijaksanaan. Ia digambarkan sebagai babon, ibis suci, atau manusia berkepala ibis. Thoth diyakini menciptakan bahasa dan tulisan hieroglif, serta bertugas sebagai juru tulis dan penasihat para dewa. Sebagai dewa kebijaksanaan, ia dianggap memiliki pengetahuan magis yang tidak dimiliki dewa lainnya.
Dalam adegan pengadilan di dunia bawah, Thoth digambarkan menimbang hati orang mati dan menyampaikan hasilnya kepada Osiris.
10. Bastet
Dalam bentuk awalnya, Bastet digambarkan sebagai wanita berkepala singa atau kucing liar. Pada milenium pertama SM, ia berubah menjadi sosok kucing domestik yang lebih jinak.
Pada masa berikutnya, ia sering digambarkan sebagai kucing duduk yang anggun, terkadang memakai anting atau cincin hidung. Pada periode Ptolemaik, Bastet disamakan dengan Artemis, dewi pemburu dan bulan dalam mitologi Yunani.
11. Amon
Sebelum menjadi dewa nasional pada Zaman Kerajaan Baru, Amon disembah secara lokal di Thebes. Amon adalah dewa udara, dan namanya berarti “Yang Tersembunyi”. Ia digambarkan sebagai pria bertopi dua bulu panjang, dengan simbol hewan berupa domba dan angsa.
Setelah para penguasa Thebes berhasil mengusir bangsa Hyksos dan menyatukan Mesir, kemenangan tersebut dikreditkan kepada Amon. Saat disatukan dengan Re menjadi Amon-Re, ia menjadi dewa paling berkuasa di Mesir, terutama pada Zaman Kerajaan Baru.
Kini, kompleks kuil Amon-Re di Karnak menjadi salah satu situs paling banyak dikunjungi di Mesir.
Nah, itu lah beberapa nama dewa dari mitologi Mesir yang perlu kamu ketahui.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica