Minggu, 02 NOVEMBER 2025 • 09:05 WIB

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu, dari Cinta yang Salah Jalur

Author

Gunung Berapi Tangkuban Perahu (Instagram/ellis_tambunan)

INDOZONE.ID - Kalau Kamu pernah main ke Bandung, pasti nggak asing sama Gunung Tangkuban Perahu — gunung yang bentuknya mirip banget sama perahu kebalik. 

Tapi tahu nggak sih, di balik bentuk unik itu ada kisah cinta yang rumit dan agak absurd antara seorang ibu dan anaknya sendiri? 

Tenang, bukan drama Korea kok — ini legenda klasik dari tanah Sunda, kisah Sangkuriang yang udah melegenda banget dari dulu.

Awalnya dari Dewa yang Kena Kutuk

Ceritanya berawal di langit sana. Ada dua makhluk dewa yang melanggar aturan, terus dihukum sama Sang Pencipta, Batara Acintya. 

Si dewa cowok dikutuk jadi anjing bernama Tumang, sedangkan dewi ceweknya berubah jadi babi hutan. Cukup random, tapi ya namanya juga mitologi.

Baca juga: 7 Negara dengan Tradisi Halloween Unik di Dunia: Dari Amerika hingga Italia

Nah, si Tumang akhirnya jadi anjing peliharaan Raja Sumbing Perbangkara, sedangkan sang dewi hidup tenang di hutan. 

Suatu hari, Raja lagi berburu dan pipis di atas beberapa daun. Eh, daun itu diminum sama sang dewi yang lagi haus. 

Ajaibnya, dia langsung hamil dan lahir deh bayi perempuan cantik yang akhirnya dikasih nama Dayang Sumbi.

Sumpah Nyeleneh yang Malah Jadi Kenyataan

Dayang Sumbi tumbuh jadi super cantik — sampai-sampai banyak pangeran rebutan buat nikahin dia. Tapi semua ditolak, karena dia pengen hidup tenang aja.

Suatu hari, pas lagi menenun, alat tenunnya jatuh. Karena kesel, dia nyeletuk, “Siapa pun yang ngambilin ini, kalau cewek jadi saudaraku, kalau cowok jadi suamiku.” 

Baca juga: Ajian Kabut Sakti Gajah Mada: Saat Kabut Jadi Senjata Rahasia Majapahit

Eh, ternyata si Tumang (anjingnya) yang ambil. Mau nggak mau, karena udah terlanjur janji, Dayang Sumbi akhirnya nikah sama Tumang. Dan dari situ lahirlah Sangkuriang.

Anak Berbakti, Tapi Emosi

Sangkuriang tumbuh jadi anak kuat dan jago berburu. Suatu hari, ibunya pengen makan hati hewan buruan. Si Sangkuriang langsung berangkat berburu bareng Tumang. 

Tapi pas ketemu babi hutan (yang ternyata neneknya sendiri!), Tumang malah nggak mau nyerang. Sangkuriang emosi, akhirnya Tumang dibunuh dan hatinya dibawa pulang buat ibunya.

Pas Dayang Sumbi tahu yang dimasakin itu hati suaminya sendiri, dia syok banget. 

Karena marah, dia mukul kepala Sangkuriang pakai centong nasi — sampai ninggalin bekas luka di kening. Sejak itu, Sangkuriang kabur dari rumah.

Baca juga: 'Ajian Paku Bumi': Ilmu yang Bisa Menggerakkan Gunung dan Menelan Dosa

Takdir Nggak Bisa Ditolak

Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang tumbuh jadi pria dewasa yang ganteng banget. Dalam perjalanannya, dia ketemu perempuan cantik yang langsung bikin dia jatuh cinta. 

Tapi ternyata, perempuan itu nggak lain adalah… ibunya sendiri!

Karena Dayang Sumbi punya doa panjang umur dan tetap muda, dia juga nggak nyadar kalau cowok itu anaknya. 

Mereka bahkan sempat berencana menikah. Tapi pas Dayang Sumbi lagi nyisir rambut calon suaminya, dia lihat bekas luka di kepala dan langsung sadar siapa dia sebenarnya. 

Panik, dia nolak pernikahan itu, tapi Sangkuriang nggak mau dengar.

Baca juga: 'Ajian Tugu Manik Jayakusuma': Ilmu Sakti dari Tanah Jawa yang Bisa Bikin Jiwa Abadi

Akhirnya, Dayang Sumbi ngasih tantangan mustahil: Sangkuriang harus bikin danau besar plus perahu gede dalam satu malam. 

Sangkuriang setuju dan manggil makhluk halus buat bantuin. Malam itu, hutan ditebang, tanah digali, dan perahu hampir selesai.

Dayang Sumbi panik — kalau beneran jadi, dia bakal nikah sama anaknya sendiri! Akhirnya dia berdoa dan mengibaskan selendang putihnya ke langit. 

Seketika langit jadi terang kayak udah pagi. Para makhluk halus kaget dan kabur, ninggalin Sangkuriang sendirian.

Nggak lama, Sangkuriang sadar dia ditipu. Karena marah banget, dia nendang perahunya sampai kebalik — dan dari situ lahirlah Gunung Tangkuban Perahu (yang artinya “perahu terbalik”).

Fakta di Balik Mitosnya

Kalau menurut cerita rakyat, bentuk gunung itu adalah hasil amukan Sangkuriang. 

Baca juga: Kisah Jimat Pedang Naga Puspa: Pusaka yang Bisa Menghisap Tenaga Penggunanya

Tapi kalau menurut sains, sebenarnya Tangkuban Perahu terbentuk dari letusan besar Gunung Sunda ribuan tahun lalu. 

Dulu, daerah Bandung bahkan sempat jadi danau purba sebelum akhirnya mengering dan berubah jadi dataran tinggi seperti sekarang. 

Jadi, bisa dibilang legenda ini adalah cara orang zaman dulu menjelaskan fenomena alam lewat cerita yang bisa dipahami semua orang.

Jadi, Mitos atau Fakta?

Mitosnya: Gunung Tangkuban Perahu terbentuk karena amarah Sangkuriang yang gagal nikahin ibunya.

Faktanya: Gunung itu terbentuk akibat letusan vulkanik besar yang beneran terjadi ribuan tahun lalu.

Baca juga: Ajian Sasra Birawa: Kisah Ilmu Sakti Mahesa Jenar, Sang Pendekar Sejati yang Melegenda

Tapi, di balik kisah cinta terlarang itu, legenda Sangkuriang punya pesan moral yang cukup dalam: jangan gegabah sama janji dan jangan lawan takdir. 

Kadang, sesuatu yang kita kejar mati-matian justru bisa berakhir jadi bencana.

Legenda Sangkuriang bukan cuma kisah cinta yang salah arah, tapi juga bukti gimana orang dulu memadukan imajinasi, moral, dan alam ke dalam satu cerita yang masih kita kenal sampai sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube @mythstoriesanimatedlegends

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU