INDOZONE.ID - Indonesia emang nggak ada matinya kalau soal budaya. Dari Sabang sampai Merauke, tiap daerah punya tradisi unik, termasuk dalam urusan pernikahan. Salah satunya ada di tanah Melayu, tepatnya di Siak Sri Indrapura, Riau.
Buat orang Melayu Siak, pernikahan bukan cuma soal akad dan pesta, tapi juga rangkaian prosesi adat yang sudah diwariskan turun-temurun sejak zaman Kerajaan Siak Sri Indrapura. Tradisi ini terdiri dari tiga tahap besar: prosesi sebelum pernikahan, persiapan pernikahan, dan prosesi setelah pernikahan.
1. Prosesi Sebelum Pernikahan
Sebelum ijab kabul, ada empat tahapan penting yang harus dilalui:
- Merisik
Ini semacam “investigasi” keluarga calon pengantin. Dulu, biasanya dilakukan diam-diam malam hari untuk mencari tahu asal-usul dan latar belakang si gadis. - Meminang
Kalau semua cocok, lanjut ke proses lamaran resmi. Di sinilah pihak laki-laki menyatakan niatnya untuk menjadikan si perempuan sebagai istri. - Mengantar Tanda
Sebagai simbol persetujuan pinangan, calon mempelai pria membawa cincin emas belah rotan plus kebutuhan perempuan seperti kain atau tenunan, sesuai kemampuan. - Mengantar Belanja
Tradisi ini mirip seserahan, tapi lebih besar maknanya. Uang belanja diberikan pihak laki-laki ke keluarga perempuan sebagai wujud gotong royong dan kesepakatan bersama.
Baca juga: Makna dan Nilai Tedhak Siten: Tradisi Turun Tanah dalam Kehidupan Masyarakat Jawa
2. Prosesi Persiapan Pernikahan
Setelah lamaran beres, waktunya persiapan! Nah, di adat Siak, ada beberapa tradisi unik sebelum hari H:
- Mendirikan Bangsal
Membangun tenda untuk acara sekaligus simbol tempat berkumpulnya keluarga besar. - Menggantung
Proses menghias ruangan dengan ornamen penuh makna, supaya rumah tangga pengantin selalu indah dan berkah. - Berinai Curi
Malam sebelum akad, pengantin perempuan diberi inai di tangan dan kakinya oleh teman-temannya secara diam-diam. Konon ini tanda keberuntungan. - Berandam
Prosesi membersihkan diri, mulai dari mencukur rambut halus sampai mandi khusus, melambangkan penyucian diri sebelum memulai hidup baru. - Akad Nikah
Momen inti, biasanya digelar di masjid atau rumah, disaksikan keluarga dan kerabat dekat. - Berkhatam Al-Quran
Setelah akad, pasangan biasanya khatam Al-Quran untuk meminta berkah sekaligus memperkuat ikatan spiritual rumah tangga.
3. Prosesi Setelah Pernikahan
Meski tiap daerah bisa punya sedikit variasi, umumnya setelah akad ada acara resepsi besar-besaran sebagai bentuk syukur sekaligus ajang silaturahmi antarwarga.
Baca juga: Dhuleti: Salah Satu Kegiatan Yang Ada Di Dalam Acara Festival Holi
Warisan Budaya yang Masih Hidup
Adat pernikahan Melayu Siak bukan cuma ritual, tapi juga cermin nilai sosial, kebersamaan, dan spiritualitas masyarakatnya. Tradisi ini jadi bukti kalau budaya Nusantara emang kaya banget dan patut dilestarikan, biar generasi muda bisa tetap bangga sama akar budayanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Journal.unilak.ac.id