Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 NOVEMBER 2024 • 18:34 WIB

Roti Buaya: Seserahan Wajib yang memiliki Makna yang dalam Pernikahan Adat Betawi

Roti Buaya: Seserahan Wajib yang memiliki Makna yang dalam Pernikahan Adat BetawiIlustrasi roti buaya.

INDOZONE.ID - Dalam setiap pernikahan adat Betawi, ada satu hidangan yang kehadirannya tak boleh dilewatkan, yakni roti buaya.

Roti dengan bentuk reptil besar ini bukan sekadar hidangan biasa, namun menjadi simbol sakral yang mengandung harapan dan doa bagi pasangan pengantin.

Sejarah Roti Buaya dalam Budaya Betawi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Purbasari (2020) dalam Jurnal Pendidikan Sejarah, tradisi membawa roti buaya dalam pernikahan Betawi telah ada sejak abad ke-19.

Tradisi ini bermula dari pengamatan masyarakat Betawi terhadap perilaku buaya yang dikenal setia pada pasangannya.

"Buaya dipercaya hanya akan memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Jika pasangannya mati, buaya tersebut tidak akan mencari pasangan lagi," tulis Purbasari dalam penelitiannya.

Baca Juga: Uniknya Tradisi Kebo-keboan di Banyuwangi: Orang-orang Berdandan bak Kerbau

Filosofi di Balik Roti Buaya Sebagai Seserahan

Terdapat beberapa filosofi dari roti buaya memiliki beberapa makna simbolis antara lain seperti:

1. Simbol Kesetiaan

  • Melambangkan kesetiaan seperti buaya yang selalu setia terhadap pasangannya
  • Harapan agar pernikahan bertahan seumur hidup

2. Simbol Ketangguhan

  • Buaya sebagai hewan yang tangguh dan dapat bertahan hidup di dua alam
  • Harapan agar pasangan dapat menghadapi berbagai tantangan hidup

3. Simbol Rezeki

  • Ukuran roti yang besar melambangkan keberlimpahan rezeki
  • Bentuk doa agar kehidupan rumah tangga selalu berkecukupan

Baca Juga: Bunga Sakura Punya Makna Penting untuk Masyarakat Jepang: Apa Itu?

Ritual Penyerahan Roti Buaya

Ritual penyerahan roti buaya pada pernikahan adat Betawi adalah sebuah prosesiyang bermakna dan memiliki arti tersendiri.

Ritual tersebut biasanya dimulai dengan pihak keluarga pengantin pria yang datang ke rumah pengantin wanita dengan membawa berbagai seserahan, termasuk roti buaya yang menjadi simbol utama dalam seserahan tersebut.

Rombongan pengantin pria biasanya terdiri dari keluarga dekat dan sahabat-sahabatnya, yang membawa seserahan dalam baki atau nampan yang dihias indah.

Saat rombongan tiba di rumah pengantin wanita, mereka akan disambut dengan meriah oleh keluarga pengantin wanita.

Prosesi penyambutan ini sering diiringi dengan musik tradisional Betawi seperti tanjidor atau gambang kromong, yang menambah suasana sakral dan meriah.

Roti buaya, yang biasanya dibawa paling akhir, akan diberikan secara simbolis kepada ibu pengantin wanita sebagai lambang kesetiaan dan keberuntungan dalam pernikahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Roti Buaya: Seserahan Wajib yang memiliki Makna yang dalam Pernikahan Adat Betawi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!