Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 03 APRIL 2026 • 19:16 WIB

Apa Itu Hari Paskah dan Sejarah Tradisinya? Kaitan dengan Pagan, Telur hingga Kelinci

Apa Itu Hari Paskah dan Sejarah Tradisinya? Kaitan dengan Pagan, Telur hingga KelinciMisteri Telur dan Kelinci dalam Perayaan Paskah Umat Kristen. (Z Creators/Alan Munandar)

INDOZONE.ID - Dunia bersiap menyambut salah satu hari paling sakral dalam tradisi Kristen: Paskah. Namun di balik perayaan yang penuh warna ini, tersimpan jejak sejarah yang tidak sepenuhnya sederhana—bahkan menyisakan pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab.

Paskah dikenal sebagai hari kebangkitan Yesus Kristus setelah penyaliban oleh Kekaisaran Romawi lebih dari dua milenium lalu.

Namun tanggalnya yang selalu berubah—ditentukan oleh ekuinoks musim semi dan fase bulan—sudah cukup memberi petunjuk bahwa perayaan ini mungkin memiliki akar yang lebih tua dari yang terlihat.

Jejak Pagan di Balik Nama Paskah

Nama “Paskah” dalam bahasa Inggris, Easter, diduga memiliki hubungan dengan sosok kuno yang hampir terlupakan: Eostre. Dewi ini diyakini melambangkan fajar dan kelahiran kembali alam setelah musim dingin.

Beberapa sejarawan mencurigai bahwa festival untuk Eostre melibatkan simbol-simbol kesuburan seperti telur—jauh sebelum Kristen menyebar luas di Eropa. Ketika misionaris Kristen datang, mereka tidak sepenuhnya menghapus tradisi lokal. Sebaliknya, mereka mengadaptasinya, menyisipkan makna baru untuk mendukung ajaran kebangkitan Kristus.

Baca juga: Mengenal Kisah Hari Paskah: Sejarah, Tokoh Alkitab, dan Peristiwa Pentingnya

Apakah ini strategi penyebaran agama? Atau kompromi budaya? Tidak ada jawaban pasti, hanya jejak yang saling bertumpuk dalam sejarah.

Telur: Simbol Kehidupan atau Warisan yang Diubah?

Telur Paskah hari ini dianggap sebagai simbol kehidupan baru. Namun asal-usulnya tidak sesederhana itu. Beberapa teori menyebut telur sudah digunakan dalam ritual jauh sebelum era Kristen.

Di satu sisi, telur mungkin berasal dari praktik puasa Prapaskah, di mana makanan hewani dilarang. Telur yang disimpan selama periode ini kemudian dimakan saat perayaan sebagai simbol berakhirnya penderitaan.

Di sisi lain, bukti arkeologis menunjukkan bahwa tradisi menghias telur sudah ada ribuan tahun lalu, termasuk dalam budaya kuno Persia saat perayaan Nowruz. Ini menimbulkan pertanyaan: apakah makna “kebangkitan” pada telur benar-benar berasal dari Kristen, atau hanya reinterpretasi dari simbol yang lebih tua?

Warna Merah dan Jejak Darah

Tradisi mewarnai telur juga menyimpan lapisan makna yang misterius. Dalam beberapa tradisi Kristen awal di Mesopotamia, telur diwarnai merah untuk melambangkan darah yang ditumpahkan saat penyaliban.

Namun praktik menghias telur ternyata sudah ada jauh sebelum itu. Dari Eropa Timur hingga Timur Tengah, telur berwarna telah lama menjadi bagian dari ritual musim semi. Bahkan pada abad pertengahan, bangsawan Eropa saling bertukar telur sebagai hadiah.

Baca juga: Misteri Telur dan Kelinci dalam Perayaan Paskah Umat Kristen yang #KAMUHARUSTAU

Apakah warna-warna ini benar-benar sakral? Atau hanya simbol lama yang diberi makna baru seiring waktu?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NBC News

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Apa Itu Hari Paskah dan Sejarah Tradisinya? Kaitan dengan Pagan, Telur hingga Kelinci

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!