Ilustrasi ayam cemani. (Freepik)
INDOZONE.ID - Ayam Cemani merupakan ras unggas lokal yang ikonik dengan karakteristik fisik serba hitam, mulai dari helai bulu, jaringan daging, hingga struktur tulangnya.
Spesies yang secara ilmiah dikenal sebagai Gallus gallus domesticus atau Ayam Kedu ini sering kali dikaitkan dengan berbagai narasi mistis di masyarakat.
Namun, di balik tampilannya yang eksotis, terdapat serangkaian fakta ilmiah dan keunikan yang membuatnya begitu istimewa. Mari kita simak deretan fakta menarik mengenai Ayam Cemani berikut ini.
Baca juga: Sejarah Thanksgiving: Perayaan di Amerika yang Identik dengan Ayam Kalkun
Populasi Ayam Cemani yang sangat terbatas di skala global menempatkannya sebagai salah satu ras unggas paling langka di dunia. Data tahun 2017 menunjukkan estimasi populasi hanya sekitar 3.500 ekor di seluruh dunia.
Kombinasi antara ketersediaan yang sangat minim dan permintaan pasar yang melonjak membuat nilai jual Ayam Cemani melambung tinggi, bahkan menembus angka puluhan juta rupiah per ekor.
Kombinasi antara populasi yang minim dan antusiasme pasar yang besar membuat nilai ekonomi Ayam Cemani sangat tinggi. Untuk sepasang indukan jantan dan betina, harganya dibanderol mulai dari Rp6 juta hingga Rp10 juta.
Sementara itu, untuk kategori anak ayam, harga pasarannya berada di kisaran Rp1 juta per pasang, sedangkan telurnya dijual dengan harga premium mencapai Rp100 ribu per butir.
Hampir tidak ada bagian dari ayam cemani yang luput dari warna hitam; kulit, tulang, bahkan organ dalamnya pun berwarna gelap, kecuali darahnya yang masih berwarna merah normal.
Secara sains, rahasia di balik rona legam ini ditemukan oleh Ben Dorshorst melalui studinya di Uppsala University.
Ia menjelaskan bahwa ayam ini mengalami fibromelanosis, sebuah mutasi genetik yang menyebabkan penumpukan pigmen hitam atau hiperpigmentasi secara masif.
Eksistensi Ayam Cemani dipercaya telah bermula sejak era keemasan Kerajaan Majapahit. Menurut hikayat yang berkembang, sosok Ki Ageng Mangkuhan disebut sebagai orang pertama yang memelihara unggas unik ini.
Konon, pada mulanya ayam tersebut belum memiliki rona hitam legam yang sempurna. Namun, melalui proses persilangan yang intensif dengan ras ayam hitam lainnya, barulah lahir keturunan dengan pigmentasi hitam pekat seperti Ayam Cemani yang kita kenal saat ini.
Dalam konteks tradisi masyarakat di Pulau Jawa, Ayam Cemani menduduki posisi sentral sebagai simbol kekuatan supranatural.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan