Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 08 SEPTEMBER 2025 • 19:30 WIB

Mengenal Ritual Qingming: Perayaan Musim Semi yang Menghubungkan Kehidupan dan Kematian

Mengenal Ritual Qingming: Perayaan Musim Semi yang Menghubungkan Kehidupan dan KematianTradisi Qingming (sumber: wukongsch.com)

INDOZONE.ID - Di tengah kebudayaan Tiongkok yang kaya, ada satu perayaan yang memadukan tradisi, pertanian, dan penghormatan kepada leluhur, yakni Festival Qingming. Festival yang biasanya dirayakan pada awal April ini memiliki banyak makna, salah satunya adalah sebagai waktu untuk menyambung hubungan antara yang hidup dan yang telah meninggal. Di balik kesederhanaan tradisi ini, terdapat beragam ritual yang menggambarkan kearifan lokal serta kedalaman filosofi masyarakat Tiongkok.

Qingming adalah bagian dari sistem kalender solar Tiongkok yang membagi tahun menjadi 24 periode, masing-masing berlangsung selama 15 hari. Nama "Qingming" sendiri berarti "Cerah dan Terang," yang menggambarkan kondisi alam yang biasanya terang dan bersih pada saat itu. Meski begitu, di beberapa daerah, seperti sekitar Danau Dongting di Hubei dan Hunan, periode ini lebih sering disertai hujan deras dan angin kencang.

Baca juga: Omikuji Kertas Ramalan Tradisional Jepang: Cari Tahu Keberuntungan?

Salah satu inti dari Festival Qingming adalah kunjungan ke makam leluhur. Ini bukan sekadar acara membersihkan makam, tetapi juga merupakan momen untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah meninggal. Di banyak daerah, keluarga membawa makanan dan anggur untuk diletakkan di makam, sebuah bentuk penghormatan yang mendalam. Tak jarang, bambu digunakan dalam ritual ini, baik untuk membersihkan makam maupun sebagai penanda khusus di atas makam, yang dihiasi dengan uang kertas sebagai persembahan.

Namun, Qingming tidak hanya berfokus pada kematian. Ritual ini juga berhubungan erat dengan siklus pertanian, khususnya penanaman padi. Pada periode Qingming, petani di Tiongkok mulai menyiapkan sawah dan menanam bibit padi. Hal tersebut membuat perayaan ini memiliki dimensi ganda: sekaligus merayakan kehidupan baru yang tumbuh di bumi dan mengenang kehidupan yang telah pergi. Beberapa pencatat sejarah mengaitkan festival ini dengan simbolisasi "penanaman," baik dalam konteks padi maupun dalam pengertian penghormatan terhadap leluhur.

Di luar ritual di makam, Qingming juga dikenal dengan tradisi treading on the green atau berjalan di alam terbuka. Masyarakat Tiongkok sering melakukan perjalanan jauh ke pedesaan atau alam terbuka untuk menikmati udara segar dan memulai musim semi dengan penuh harapan. Aktivitas ini melambangkan peralihan dari musim dingin ke musim semi, serta kesegaran yang datang dengan musim baru.

Perayaan Qingming juga melibatkan penggunaan bahan-bahan seperti willow (pohon salix) yang dianggap memiliki kekuatan untuk mengusir roh jahat. Daun willow ini sering kali digunakan untuk melindungi rumah atau tempat tinggal, bahkan dipakai di rambut sebagai perlindungan pribadi. Tradisi ini memperlihatkan betapa pentingnya alam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tiongkok, di mana pohon dan tumbuhan tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari kehidupan fisik, tetapi juga sebagai simbol pelindung spiritual.

Baca juga: Uniknya Tradisi Nyotaimori di Jepang: Makan Sushi Tanpa Piring

Sebagai kesimpulan, Festival Qingming adalah perayaan yang mendalam maknanya. Menghubungkan kehidupan dengan kematian, tradisi dengan alam, serta leluhur dengan generasi penerus. Tidak hanya sebagai momen untuk mengenang yang telah tiada, tetapi juga untuk menyambut masa depan dengan penuh harapan melalui pertanian dan penyegaran alam. Dalam setiap langkah yang diambil selama perayaan ini, ada harmoni antara manusia dan alam, serta antara dunia yang terlihat dan yang tak terlihat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jstor.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Ritual Qingming: Perayaan Musim Semi yang Menghubungkan Kehidupan dan Kematian

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!