INDOZONE.ID - Di sebuah kota kecil yang terletak di tengah perbukitan, berdiri sebuah toko tua yang menjual kain kafan.
Letaknya tersembunyi, di ujung jalan sempit yang jarang dilalui orang. Kalau dilihat dari luar, toko itu nggak beda jauh sama toko kain lainnya.
Tapi siapa sangka, dibalik kesederhanaannya, tempat itu menyimpan kisah misterius yang bikin bulu kuduk berdiri.
Pemilik toko itu adalah Pak Umar, seorang pria berusia 60 tahun yang sudah puluhan tahun menjual kain kafan.
Nggak pernah sekalipun ia iklan atau promosi. Tapi anehnya, toko itu selalu kedatangan pelanggan.
Nah, yang datang pun bukan orang biasa, mereka adalah keluarga yang sedang berkabung, mencari kain kafan untuk orang tercinta yang baru saja meninggal.
Kalau ada yang tanya kenapa Pak Umar bertahan jualan kain kafan selama itu, jawabannya simpel tapi dalam, ini bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan hidup.
Tapi ternyata, bukan cuma niat baik yang bersemayam di balik toko itu, tetapi juga dengan kisah mistis di dalamnya.
Yuk, simak kisah mistis penjual kain kafan dilansir dari YouTube/Kisah Mistis selengkapnya!
Baca Juga: Kisah Misteri Boneka Ditutupi Kain Bismillah yang Menghebohkan Singapura
Suara Aneh dari Gudang dan Kain yang Berpindah Tempat
Suatu malam, saat hujan deras mengguyur kota kecil itu, Pak Umar sedang menghitung hasil jualannya hari itu.
Lampu neon di atas meja kerjanya berkedip-kedip, menciptakan bayangan aneh di dinding.
Lalu tiba-tiba, terdengar suara seperti kain diseret dari gudang belakang. Suara itu pelan, tapi cukup jelas buat bikin jantung deg-degan.
Dengan tangan gemetar, Pak Umar membuka pintu gudang. Nggak ada siapa-siapa di sana, hanya tumpukan kain kafan yang tertata rapi di rak kayu tua.
Tapi anehnya, udara di dalam gudang lebih dingin dari biasanya, dan ada bau anyir yang samar-samar tercium.
Ketika ia kembali ke meja kerja, ia menemukan sehelai kain kafan yang entah gimana bisa pindah ke atas meja.
Padahal, sebelumnya kain tersebut ada di dalam gudang. Malam itu, rasa takut yang biasanya ia abaikan mulai muncul ke permukaan.
Pelanggan Aneh yang Beli Kain untuk Dirinya Sendiri
Keesokan paginya, datang seorang wanita muda berwajah pucat dengan mata cekung.
Suaranya pelan dan gemetar, "Saya butuh kain kafan... untuk diri saya sendiri."
Pak Umar sempat mengira ia salah dengar, tapi wanita itu mengulanginya.
Ia bilang, malam ini dirinya akan mati dan ingin semuanya disiapkan dengan sempurna.
Nah yang bikin merinding, wanita itu tampak aneh. Kulitnya pucat nyaris transparan, bibirnya membiru, dan meski hujan turun sejak pagi, pakaiannya tetap kering.
Pak Umar yang bingung tapi tetap mencoba melayani, akhirnya memberikan sehelai kain kafan kepada wanita itu.
Namun, saat hari mulai gelap dan Pak Umar hampir menutup toko, datang seorang pemuda basah kuyup dengan wajah pucat.
Dengan nada pelan ia berkata, "Saya juga butuh kain kafan... untuk saya sendiri."
Baca Juga: Kisah Mistis Rumah Van Dervek: Ketika Jelangkung Bukan Lagi Sekadar Mainan
Kain Berdarah dan Lubang Mengerikan di Gudang
Perasaan Pak Umar makin nggak enak. Ia memutuskan memeriksa gudang lagi. Dengan membawa lampu minyak, ia membuka pintu perlahan.
Tumpukan kain masih terlihat normal, tapi di sudut ruangan, Pak Umar melihat lubang besar yang ditutup kain lusuh.
Ketika kain itu disingkap, muncul bau busuk luar biasa dari dalam lubang.
Lalu terdengar bisikan lirih dari dalam, memanggil namanya,"Umar..."
Pak Umar hampir lari, tapi langkahnya terhenti saat mendengar ketukan pelan dari pintu toko.
Meski sudah ditutup, ada tiga sosok berdiri di luar. Dua pria dan satu wanita, semuanya berpakaian hitam.
Salah satu dari mereka berkata, "Kami tidak datang untuk berbelanja. Kami datang untuk mengambil apa yang menjadi milik kami."
Kebenaran Mengejutkan dan Rahasia Kain Kafan
Ternyata, kain-kain kafan yang dijual di toko itu bukanlah kain biasa.
Menurut pria di tengah, setiap kali kain itu dijual, sebuah jiwa yang belum tenang ikut terbebaskan, bukan menuju kedamaian, tapi kembali berkeliaran di dunia ini.
Pak Umar tanpa sadar telah menjadi jembatan bagi roh-roh yang terperangkap.
Di tengah kekacauan itu, muncul sosok tua yang dikenal Pak Umar yaitu Pak Harun, pemilik toko sebelumnya.
Ia berkata, dirinya tak pernah benar-benar pergi. Toko itu 'memilih' penerusnya, dan kini Pak Umar yang memikul beban itu.
Api yang Mengakhiri Segalanya
Satu-satunya cara untuk mengakhiri semuanya adalah membakar toko itu dan seluruh kain kafan di dalamnya.
Dengan bantuan Dani, seorang remaja yang ikut menyaksikan semua kejadian mistis itu, mereka menuangkan minyak tanah ke seluruh toko.
Ketika api mulai melahap bangunan, suara-suara dari dalam lubang mulai melemah, hingga akhirnya menghilang. Sosok-sosok misterius pun lenyap.
Di luar, Pak Umar dan Dani hanya bisa berdiri menatap kobaran api.
Tapi sebelum semuanya benar-benar hilang, Pak Umar melihat sosok wanita muda itu lagi, tersenyum kepadanya, sebelum menghilang bersama asap.
Baca Juga: Kisah Mistis Pintu Berbisik: Sebuah Rahasia yang Terkunci dari Masa Lalu
Apakah semuanya sudah selesai? Entahlah. Tapi yang pasti, toko itu takkan pernah berdiri lagi di ujung jalan kecil itu.
Nah kisahnya, mungkin akan terus hidup di antara bisik-bisik hujan dan bau anyir kain kafan yang tak pernah benar-benar bersih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube