Jumat, 18 APRIL 2025 • 14:27 WIB

Kisah Mistis Dukun Beranak dan Sosok Ibu dan Bayi Misterius dari Desa Mekarwangi

Author

Ilustrasi Dukun Beranak Horor.

INDOZONE.ID - Kisah mistis ini datang dari sebuah desa kecil bernama Mekarwangi yang terletak di kaki perbukitan berkabut, ada sosok perempuan tua yang dihormati hampir semua warga desa.

Namanya Bu Murni. Dia bukan sembarang ibu-ibu, dia adalah dukun beranak yang sudah puluhan tahun jadi “penjaga” lahirnya banyak generasi di desa itu.

Tinggal di rumah kayu tua peninggalan ibunya di tepi hutan jati, Bu Murni menjalani hidup dengan tenang, menyatu dengan alam dan dunia yang kadang tak kasat mata.

Tapi, sebuah malam hujan gerimis mengubah semuanya.

Simak kisah mistis dukun beranak dilansir dari YouTube @SENJA MISTERI selengkapnya!

Baca Juga: Kisah Mistis Rumah Van Dervek: Ketika Jelangkung Bukan Lagi Sekadar Mainan

Ketukan Tengah Malam dan Perempuan Misterius

Jam dinding menunjukkan pukul 11 malam saat suara ketukan pelan terdengar dari pintu rumah Bu Murni.

Tiga kali, berat dan lambat. Di luar berdiri seorang perempuan muda, tinggi ramping, kuyup oleh hujan.

Wajahnya pucat, matanya besar kelam penuh ketakutan. Ia mengaku mau melahirkan. Tanpa banyak tanya, Bu Murni mempersilakan masuk.

Perempuan itu memperkenalkan diri sebagai “Sari”. Persalinan berlangsung aneh. Terlalu tenang. Tak ada jeritan, tak ada tangisan bayi.

Saat bayi itu lahir tepat tengah malam, suasana di kamar berubah. Udara jadi berat, lampu minyak bergoyang meski jendela tertutup.

Bayinya tidak menangis. Ia hanya membuka mata, besar dan hitam legam.

Nah Sari? Ia hanya menatap bayi itu, lalu tersenyum memperlihatkan deretan gigi yang terlalu putih, terlalu runcing.

“Terima kasih, Bu,” katanya pelan. Suaranya lembut, tapi ada nada tua yang merayap di baliknya.

Pagi yang Aneh dan Kamar yang Kosong

Esok paginya, saat Bu Murni hendak melihat kondisi Sari dan bayinya, kamar itu kosong.

Tak ada jejak darah. Tak ada kain kotor. Hanya sehelai rambut panjang hitam melingkar seperti ular tidur di ujung dipan.

Bu Murni tahu malam itu bukan malam biasa dan yang ia bantu, bukan perempuan biasa.

Baca Juga: Kisah Mistis Pasar Bubrah Gunung Merapi: Pusat Jualan Para Makhluk Halus!

Mayat di Kebun Kosong

Lima hari kemudian, saat embun masih menggantung di pucuk ilalang, jeritan terdengar dari arah kebun kosong.

Warga menemukan sesosok mayat perempuan dengan wajah hancur, darah mengering, dan perut membesar seolah masih mengandung.

Tapi Bu Murni tahu itulah perempuan yang ia bantu malam itu.

Nah yang bikin merinding? Di sekitar tubuhnya, ilalang jadi hitam dan layu. 

Nah baunya? Campuran amis darah dan wangi melati.

Polisi datang. Pak Bram, petugas langganan desa, memeriksa mayat dan mengonfirmasi bahwa korban sedang hamil. Tapi nggak ada identitas.

Nggak ada petunjuk siapa dia. Desa mendadak sunyi. Tapi Bu Murni menyimpan semuanya dalam diam.

Baca Juga: Kisah Mistis Warung Kopi Gaib di Jalan Tol: Jangan Pernah Berhenti di Sini Tengah Malam!

Ilustrasi Siluet Penampakan Wanita.

Misteri Terkuak, Tapi...

Tiga hari setelahnya, polisi datang lagi. Mereka berhasil mengidentifikasi korban.

Namanya Ratna, warga dusun Kebon Baru di kecamatan sebelah. Menurut tetangga, malam sebelum kejadian, terdengar pertengkaran hebat antara Ratna dan suaminya, Andri.

Keesokan paginya, Andri kabur dengan mobil bak terbuka dengan bawa karung besar yang belakangan diketahui berisi jasad Ratna.

Tapi satu hal yang gak bisa dijelaskan yaitu gimana bisa Ratna yang udah mati malam itu, muncul di depan pintu rumah Bu Murni dan melahirkan bayi?

Bu Murni cuma diam. Tapi dalam hatinya, ia tahu bahwa malam itu yang datang bukan manusia.

Bukan pula sekadar arwah penasaran. Sesuatu yang lebih tua. Lebih kelam. Kisah tentang bayi itu belum selesai.

Baca Juga: Bayangan di Jalan Mati: Kisah Mistis dari Desa Lereng Gunung yang Bikin Merinding

Bayi Misterius yang Tak Menangis

Setiap malam setelah kejadian, desa diliputi kabut. Bau melati terus datang tanpa tahu asalnya.

Suara tangis bayi samar-samar terdengar dari hutan jati, tapi tak ada siapa-siapa saat dicari.

Di rumahnya, Bu Murni menyimpan kain putih kecil yang dipakai menyelimuti bayi malam itu.

Masih ada bercak darah. Masih ada aroma aneh. Ia tahu, ini bukan sekadar kenangan. Ini jejak kehadiran.

Malam-malam ia duduk di depan dupa, membaca mantra tua warisan neneknya. 

Nah dari asap itu muncul bayangan perempuan, berdarah, bermata kosong, dengan mulut yang bergerak tapi tak bersuara.

Ia datang bukan untuk menakut-nakuti. Ia datang mencari.

Baca Juga: Warung Sepi Bukan Main Mistis, Ini Penjelasan soal Penglaris Dagangan Menurut Islam

Ilustrasi Dukun Beranak Horor.

Kejadian itu bikin Desa Mekarwangi lebih tenang dari biasanya. Tapi tenang yang ganjil.

Seolah semuanya tahu, ada sesuatu yang belum selesai. Bu Murni, sang dukun beranak, menyimpan semuanya dalam diam.

Ia tahu bahwa bayi itu belum benar-benar lahir di malam saat dunia tak bisa lagi membedakan yang hidup dan mati bisa kembali kapan saja.

Di saat itu tiba, hanya Bu Murni yang tahu harus bagaimana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU