Jumat, 28 MARET 2025 • 10:05 WIB

Misteri Tali Pocong Penglaris: Kisah di Balik Warung yang Ramai tapi Bikin Merinding

Author

Ilustrasi Tali Pocong Penglaris.

INDOZONE.ID - Di sebuah kota kecil, ada warung makan legendaris yang selalu ramai pengunjung. Warung ini punya daya tarik yang aneh.

Bukan cuma karena makanannya enak, tapi ada sesuatu yang bikin suasananya terasa berbeda.

Orang-orang yang datang ke sana sering bilang kalau aroma masakannya lebih menggoda, rasanya lebih nikmat, tapi anehnya, nggak ada yang tahu apa rahasia di balik itu semua.

Ternyata ada kaitannya dengan sebuah penglaris atau sejenis pesugihan yang mencekam.

Simak kisah mistis ini selengkapnya dilansir dari YouTube @CERITA HOROR!

Baca Juga: Kisah Mistis Desa Getih: Pemukiman Warga yang Mayoritas Lakukan Ritual Pesugihan

Tali Kusam di Sudut Dapur

Ani, salah satu pekerja di warung itu, mulai menyadari ada yang janggal.

Di dapur, tepat di sudut yang jarang dijamah orang, tergantung seutas tali kusam yang diduga tali pocong penglaris.

Hampir nggak kelihatan karena remang-remang cahaya lampu minyak.

Nah yang bikin merinding, tali itu udah ada sejak lama, tapi nggak ada yang berani menyinggung keberadaannya.

"Udah dari dulu ada di sana, jangan banyak tanya," kata salah satu pekerja lama sambil tersenyum samar.

Konon, tali pocong itu diberikan oleh seorang dukun yang datang suatu malam. Orang-orang nggak tahu pasti siapa dia.

Pria tua dengan jubah hitam lusuh dan mata cekung. Sejak kedatangannya, warung itu mengalami perubahan besar.

Makin ramai, makin terkenal, tapi juga makin bikin bulu kuduk berdiri.

Langkah Misterius di Tengah Malam

Suasana makin aneh ketika Ani mulai mengalami kejadian mistis.

Setiap malam setelah warung tutup, dia sering mendengar suara langkah kaki.

Pelan, seperti ada yang berjalan di antara meja dan kursi yang sudah tertata rapi.

Awalnya dia kira itu tikus atau kucing liar, tapi lama-lama makin jelas yaitu ada sesuatu yang mengikuti setiap gerakannya.

Suatu malam, saat dia sedang menyapu lantai, dari sela-sela rak dapur, dia melihat sesuatu.

Bayangan hitam berdiri diam di sudut ruangan. Nggak punya wajah, tapi jelas mengarah ke arahnya.

Ani tercekat. Tubuhnya mendadak kaku. Dia berusaha berlari, tapi kakinya seakan tertahan sesuatu.

Saat itu juga, jam dinding tua di dapur berdetak dengan ritme nggak wajar.

Seolah mengikuti sesuatu yang tak kasat mata. Hawa dingin menyelinap ke dalam tubuhnya, membuatnya merinding sampai ke tulang.

Baca Juga: Misteri Pesugihan Kucing Kembang Telon, Jalan Sesat yang Berujung Petaka

Ilustrasi Desa Horor.

Rahasia di Balik Buku Tua

Ketakutannya makin menjadi ketika dia menemukan sebuah buku tua di dekat rak dapur.

Halamannya sudah menguning, dipenuhi tulisan tangan dengan huruf-huruf kuno dan sketsa simbol-simbol aneh.

Semakin dia membaca, semakin jelas bahwa tali pocong itu bukan sekadar jimat penglaris.

Ada sesuatu yang jauh lebih kelam tersembunyi di baliknya.

Ternyata, tali itu dibuat dari rambut seorang anak yang meninggal secara tragis. Tubuhnya ditemukan terkubur di sebuah ladang kosong.

Ritual hitam mengikat roh anak itu ke dalam tali, menjadikannya alat untuk mendatangkan keberuntungan bagi pemilik warung.

Tapi ada syarat yang harus dibayar yaitu arwah yang tersiksa akan terus menghantui tempat itu.

Di belakangnya, tanpa ia sadari, tali pocong itu bergoyang pelan. Seolah bereaksi terhadap sesuatu yang baru saja ia ketahui.

Baca Juga: 6 Ciri Orang Calon Tumbal Pesugihan Beserta Cara Menangkalnya

Ritual Pemutusan yang Mencekam

Ani nggak bisa tinggal diam. Dengan tangan gemetar, dia membaca lebih jauh.

Dalam buku itu tertulis sebuah ritual yang bisa memutuskan ikatan antara tali pocong dan roh yang terperangkap di dalamnya.

Ritual itu harus dilakukan dengan garam dan mantra penutup.

Di tengah malam, saat semua sudah sepi, Ani memberanikan diri.

Dengan segenggam garam di tangan, dia berdiri di depan tali pocong itu.

Suasana di dapur berubah drastis. Udara semakin dingin, lampu minyak berkedip-kedip, seperti ada sesuatu yang menolak ritual ini dilakukan.

Saat garam menyentuh lantai, suara gesekan terdengar di udara. Rintihan panjang menggema di ruangan.

Ani terus membaca mantra penutup meski tubuhnya terasa semakin berat. Sesuatu berusaha menahannya.

Sosok hitam itu kini muncul lebih jelas. Seorang anak kecil, dengan tubuh kurus dan mata kosong, berdiri di depannya.

Namun, begitu mantra selesai diucapkan, tali pocong itu tiba-tiba terbakar dengan sendirinya.

Angin berhembus kencang, membawa bau anyir yang menusuk hidung dan dalam sekejap, semua kembali sunyi.

Sosok anak itu menghilang. Warung terasa lebih ringan. Seperti beban yang selama ini mengikatnya telah lepas.

Warung yang Hilang Ditelan Waktu

Keesokan harinya, sesuatu yang lebih aneh terjadi. Warung yang biasanya ramai, tiba-tiba sepi.

Para pekerja satu per satu menghilang. Orang-orang enggan datang. Seolah tempat itu telah kehilangan daya tariknya.

Hingga akhirnya, beberapa bulan kemudian, warung itu benar-benar ditinggalkan.

Bangunannya lapuk, tertutup debu, dan seakan nggak pernah ada kehidupan di sana.

Hal yang tersisa hanyalah sebuah pohon besar di tengahnya.

Batangnya tebal, akarnya mencengkeram tanah, seolah menutupi sesuatu yang terkubur di bawahnya.

Orang-orang yang melewati tempat angker itu mengaku sering mendengar suara langkah kaki di malam hari.

Seakan ada yang masih berjalan di antara meja dan kursi yang kini tak lagi ada.

Ilustrasi Tali Pocong Penglaris.

Apakah kisah mistis tali pocong penglaris ini benar-benar telah berakhir? Atau ada sesuatu yang misterius masih bersemayam di sana, menunggu seseorang untuk kembali membangunkannya?

Percayalah, nggak semua kesuksesan datang dari kerja keras.

Kadang, ada harga yang harus dibayar, harga yang nggak selalu terlihat oleh mata, tapi tetap bersembunyi dalam bayang-bayang yang tak pernah benar-benar pergi!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU