INDOZONE.ID - Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia, bukan cuma jadi tantangan buat para pendaki, tapi juga menyimpan segudang misteri.
Salah satunya adalah, kisah mistis seorang pendaki yang hilang sejak 1924 dan sampai sekarang masih belum ditemukan.
Nah, yang bikin makin mind-blowing, baru-baru ini di tahun 2024, ada pendaki yang nemuin sepasang sepatu tua di lereng Everest dan waktu diangkat ternyata masih ada isinya yaitu tulang kaki.
Gila, kan? Ke mana bagian tubuh lainnya? Apa yang sebenarnya terjadi? Yuk, kita bahas bareng kisah misteri pendaki dilansir dari YouTube/MAQ!
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Semeru: Jeritan Kesurupan yang Mencekam Hingga Bayangan Seram
100 Tahun Hilang, Masih Jadi Tanda Tanya
Cerita penemuan kaki pendaki di Gunung Everest ini bermula di tahun 1924, ketika seorang pendaki nekat berangkat buat menaklukkan Everest. Sayangnya, sejak hari itu ia nggak pernah kelihatan lagi.
Banyak yang berspekulasi kalau ia sebenarnya sudah sampai ke puncak duluan, sebelum Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay di tahun 1953.
Tapi, karena nggak ada bukti seperti foto atau catatan ekspedisi, kisah pendakian ini cuma jadi misteri yang belum terpecahkan.
Nah yang bikin penasaran, ia kabarnya bawa kamera waktu mendaki. Kalau kamera itu ketemu, bisa jadi kita bakal tahu fakta sebenarnya tentang apa yang terjadi di hari terakhirnya.
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Slamet: Larangan Jimat Keramat di Jalur Pendakian
Penemuan Gila di 2024: Sepatu Berisi Tulang Kaki Manusia
Tepat 100 tahun kemudian, sebuah tim pendaki naik ke Everest buat eksplorasi. Tiba-tiba, mereka temuin sepasang sepatu tua yang nyaris terkubur di es.
Awalnya, mereka pikir itu cuma barang peninggalan pendaki zaman dulu.
Tapi waktu dicek lebih lanjut ternyata di dalamnya masih ada tulang kaki manusia.
Penemuan ini langsung bikin geger, bukan cuma di kalangan pendaki, tapi juga para sejarawan.
Nah yang bikin makin creepy, cuma kakinya doang yang ketemu. Bagian tubuh lainnya? Nggak ada jejaknya sama sekali.
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Sinabung: Berawal dari Tempat Suci Leluhur Hingga Gunung Berapi Aktif
Teori yang Bikin Merinding!
Ilmuwan langsung gercep buat ngulik gimana bisa cuma kakinya doang yang tersisa. Ada beberapa teori yang berkembang:
1. Dihancurkan oleh Cuaca Ekstrem
Everest punya suhu ekstrem yang bisa bikin tubuh manusia membeku dan akhirnya hancur sendiri akibat angin kencang dan es.
2. Jatuh dari Tebing
Bisa jadi, dia jatuh dari ketinggian dan badannya terpental ke tempat yang berbeda.
3. Tertimbun Longsoran Salju
Mungkin pendaki tersebut terkubur longsor, dan cuma bagian kakinya yang berhasil muncul ke permukaan seiring perubahan lapisan es.
Tapi ada yang bikin makin aneh, di Everest setinggi itu nggak ada hewan buas yang bisa bawa pergi bagian tubuh lainnya. Jadi, ke mana sisa tubuhnya?
Baca Juga: Misteri Desa Mati di Kaki Gunung Sinabung, Kini Terbengkalai Setelah Ditinggalkan Akibat Erupsi
Orang Pertama yang Sampai Puncak Everest?
Salah satu teori yang paling bikin heboh adalah, kemungkinan bahwa pendaki ini sebenarnya orang pertama yang berhasil mencapai puncak Everest.
Kalau beneran gitu, berarti ia udah mengalahkan Edmund Hillary dan Tenzing Norgay yang baru resmi mencapai puncak pada tahun 1953.
Tapi tanpa bukti kayak kamera atau catatan, kisah ini masih jadi misteri terbesar dalam sejarah pendakian dunia.
Alih-alih menyelesaikan teka-teki, penemuan ini justru bikin makin banyak pertanyaan.
Ke mana tubuhnya? Apa yang sebenarnya terjadi? Pertanyaan benar atau tidak ia pendaki pertama yang sampai puncak Everest?
Baca Juga: Kisah Mistis Gunung Andong: Cerita Pendaki yang Nyaris Tersesat di Alam Gaib
Para pendaki dan ilmuwan masih terus nyari petunjuk baru. Siapa tahu, kamera yang ia bawa akhirnya bisa ditemukan, dan kita bakal tahu kebenaran yang sebenarnya.
Sampai saat itu tiba, misteri ini bakal terus bikin penasaran.
Kalau menurut kamu sendiri, percaya nggak kalau ia adalah pendaki pertama yang berhasil ke puncak Everest?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube