INDOZONE.ID - Pada 13 November 1985, Kolombia diguncang oleh salah satu bencana vulkanik terburuk dalam sejarah.
Gunung Nevado del Ruiz yang telah tidur selama 70 tahun meletus hebat, memuntahkan material vulkanik yang memicu longsoran lahar dan lumpur. Kota kecil Armero menjadi korban terparah, dengan ribuan nyawa melayang.
Di tengah kekacauan ini, dunia menyaksikan kisah memilukan seorang gadis 13 tahun bernama Omayra Sanchez Garzon. Gadis ini menjadi simbol keteguhan hati, meski nasib tragis akhirnya menjemputnya.
Baca Juga: Kisah Elizabeth Bathory, Pembunuh Berantai yang Terobsesi Darah Gadis Perawan
60 Jam Terjebak dalam Lumpur
Saat letusan melanda, rumah Omayra bersama keluarganya hancur lebur. Omayra terjebak di antara reruntuhan beton dan lumpur tebal.
Selama 60 jam, tubuhnya terendam air bercampur lumpur hingga hanya kepala dan tangannya yang terlihat.
Baca Juga: Krisis Malaise 1929: Bencana Ekonomi yang Justru Membakar Semangat Perjuangan Bangsa
Tim penyelamat bekerja keras untuk membebaskannya. Namun, setiap kali mencoba menarik tubuhnya, lumpur bergerak dan malah memperburuk situasi.
Omayra tetap bertahan, memegang tongkat yang membantunya agar tidak tenggelam.
Ketenangan yang Menggugah Dunia
Meski berada dalam kondisi kritis, Omayra menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Ia sempat berbicara kepada wartawan yang merekam detik-detik perjuangannya.
Bahkan, Omayra masih khawatir soal ujian matematika di sekolah.
Baca Juga: 5 Hutan Tertua di Dunia yang Masih Lestari, Ada di Indonesia Juga
“Kalian tidak akan meninggalkan saya, kan?” tanyanya kepada tim penyelamat. Ucapan ini menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya.
Tim penyelamat mencoba menghibur Omayra. Mereka bernyanyi bersama, membawakannya makanan, dan terus mendampinginya. Namun, kondisi fisiknya kian melemah akibat kelelahan, hipotermia, dan infeksi.
Tragedi yang Tak Terhindarkan
Pada hari kedua, tim penyelamat mulai mempertimbangkan untuk mengamputasi kakinya. Namun, keterbatasan peralatan dan waktu membuat upaya itu mustahil dilakukan.
Omayra sadar bahwa ajalnya mendekat, tetapi ia menerima nasibnya dengan ketabahan luar biasa.
Pada 16 November 1985, setelah terjebak selama 60 jam, Omayra Ssnchez menghembuskan napas terakhirnya.
Simbol Ketidakberdayaan dan Harapan
Foto terakhir Omayra, diambil oleh fotografer Frank Fournier, menjadi simbol tragedi ini. Dikenal dengan judul "The Agony of Omayra Sánchez," foto tersebut menggambarkan wajah penuh keberanian di tengah penderitaan.
Tragedi ini tak hanya menunjukkan kekuatan mental seorang anak muda, tetapi juga mengungkap lemahnya respons pemerintah Kolombia terhadap bencana besar.
Dunia tersentak oleh kisah ini, dan Omayra Sanchez akan selalu dikenang sebagai lambang keteguhan hati di tengah bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Infobae.com